UJIAN AKHIR SEMESTER PENGANTAR BISNIS
Mie wuenakk SYAH-du
Di tahun 2021 ini saya berencana untuk menjadi seorang pebisnis yang terjun dalam bisnis mie instan, oleh karena itu ada beberapa hal yang harus saya fikirkan dan renungkan. Semua jawaban dari pertanyaan itu akan saya kaitkan dengan ilmu yang telah saya pelajari dari mata kuliah pengantar bisnis. Setelah kubuka & mengulas kembali pelajaranku yang diajar oleh dosen, entah mengapa pikiranku mulai bekerja seolah-olah benar menjadi pebisnis.
Merek mienya adalah mie wuenakk SYAH-du. Mengapa saya memilih nama tersebut untuk dijadikan merk mie instan usaha saya, karena yang kita tahu di zaman sekarang ini diperlukan yang namanya sebuah sensasi yang berbeda dari yang lain, sekarang ini kebanyakan orang itu melihat dari covernya atau sampulnya, jika nama merk mie nya saja yang biasa atau umum mana mungkin pembeli langsung tertarik untuk mencoba atau membelinya. Strategi nama ini sudah diterapkan oleh banyak pebisnis yang membuka usahanya. Saya lihat sudah banyak merk mie yang beredar, dan saya perhatikan yang banyak laku terjual itu dari nama merk mie yang terbilang tidak biasa seperti yang baru-baru ini mie Lemonilo, mie tersebut membuat penasaran pembeli karena dari namanya yang tidak dimengerti.
Mie wuenakk SYAH-du sendiri ini saya ambil dari kata sehat dan enak, karena yang terpenting dalam makanan itu pertama adalah tentang kesehatannya, baru kemudian kelezatannya. Lalu dibelakangnya saya beri kata SYAH, karena itu merupakan penggalan nama dari ayah saya yang diberikan kepada ketiga anaknya, maksud saya menambahkan kata SYAH ini untuk mengingatkan saya kepada keluarga untuk usaha mie saya ini yang nantinya sudah sukses atau dipuncak. Saya fikir dengan nama ini usaha saya akan dilirik oleh pembeli karena kekhasan dari namanya, dan tentunya jika sudah ada 1 pembeli saja yang tertarik pastinya akan mengajak konsumen lainnya, karena ada testimoni dari konsumen sebelumnya.
Untuk varian rasa tentunya akan saya berikan bermacam-macam mulai dari rasa original sampai dengan level pedas dan akan saya buat juga rasa yang unik yang tadinya menjadi lauk pauk itu akan saya buat menjadi varian rasa dalam merk mie saya, seperti yang sudah banyak dijual di pasaran misal mie rasa soto, rendang, ayam penyet dan masih banyak lainnya. Karena jika hanya mengandalkan satu rasa saja itu tidak akan membuat usaha yang kita jalani berkembang, jangan sampai hanya terpatok dengan satu buah rasa saja, mungkin diawal usaha itu akan menjadi keuntungan karena mengunggulkan satu rasa saja, tetapi lama kelamaan akan membuat konsumen bosan. Saya juga akan menambahkan pelengkap mie wuenakk SYAH-du seperti ada saos, kecap, kriuk, sayuran dan lainnya yang akan disesuaikan pada masing-masing varian rasa mie yang akan saya usahakan. Untuk membuat konsumen lebih tertarik lagi, saya akan menambahkan nasi dalam mie tertentu yang kiranya cocok ditambahkan dengan nasi.
Tetapi mungkin untuk diawal usaha saya akan membuat hanya beberapa varian rasa terlebih dahulu mungkin minimal 3 rasa, yang akan saya geluti dengan sungguh-sungguh baru nantinya seiring dengan berjalannya waktu, saya akan menambahkan varian rasa lebih banyak dalam bisnis saya ini. Di setiap usaha itu pastinya akan ada best seller, jadi saya usahakan ada satu rasa mie yang unggul atau sangat digemari oleh konsumen dan dijadikan produk terlaris dalam bisnis ini. Rasa yang satu ini akan saya luncurkan saat pertama kali membuka bisnis dan tetap akan menjadi rasa unggulan atau favorite saat saya sudah membuka usaha yang lebih besar lagi dengan varian rasa yang bermacam-macam.
Untuk harga dari mie wuenakk SYAH-du ini saya tidak akan menaruh label dengan harga yang tinggi, karena biasanya mie itu terkenal dengan harganya yang murah. Tetapi saya ambil harga yang kiranya sudah dapat menutupi biaya tetap dan biaya variabel. Biaya tetap itu diantaranya gaji, pembayaran sewa, biaya asuransi dan lainnya sedangkan untuk biaya variabel meliputi biaya tenaga kerja langsung, biaya bahan baku dan lainnya. Saya membandrol harga untuk satuan mie ini 3.000/pcs, ini merupakan harga yang normal yang sama seperti harga mie di pasaran pada umumnya.
Kenapa saya tidak mematok dengan harga yang lebih tinggi, karena saya sudah melihat sendiri jika baru dipatok dengan harga 5.000/pcs saja seperti merk mie yang baru-baru ini keluar, konsumen kurang tertarik untuk meliriknya. Karena dinilai terlalu mahal, apalagi mendengar stigma yang beredar bahwa makanan di Indonesia itu jika ingin laku harganya harus murah, kesehatan dipedulikan di nomor sekian. Tapi untuk usaha saya ini terjamin kualitasnya, akan dipakai bahan-bahan yang halal dan sehat, walaupun harganya terbilang murah hanya 3.000/pcs. Harga murah bukan berarti kualitas buruk, memang ada yang hanya mengandalkan kalimat tersebut, tetapi untuk mie wuenakk SYAH-du ini dijamin kesehatan dan kelezatannya.
Terpikir kembali apakah saya perlu melakukan promosi agar semakin banyak orang yang mengenal dan membeli mie wuenakk SYAH-du saya ini, saya memutuskan Ya dan dari 4 metode promosi itu saya memilih metode promosi Penjualan Perorangan, karena ada beberapa pertimbangan yang saya pikirkan. Dengan metode ini jika saya benar-benar bisa memberikan kepuasan dengan ciri khas, kesehatan, kelezatan mie pada konsumen, itu akan secara otomatis mempengaruhi konsumen yang satu untuk mengajak konsumen yang lain terpancing untuk membeli mie wuenakk SYAH-du ini. Karena tidak bisa dipungkiri manusia adalah makhluk sosial yang tidak lepas dari manusia lainnya, yang terus berfikir dan apabila ia suka akan memberitahu kepada yang lainnya seperti keluarga bahkan tetangga. Dengan cara ini, konsumen yang satu bisa mendatangkan banyak konsumen lainnya untuk membelinya.
Tentunya metode yang akan saya lakukan ini harus memperhatikan beberapa hal antaranya mengenali target pasar, setiap individu pasti berbeda antara satu dengan yang lainnya, maka dari itu saya akan benar-benar fokus untuk bisa memahami karakteristik orang tersebut dan tentunya akan berakibat dalam cara pelayanannya yang berbeda juga. Kedua yaitu menjawab berbagai macam pertanyaan, saya akan mempersiapkan kira-kira jawaban apa yang akan ditanyakan oleh konsumen terkait bisnis saya ini. Ketiga yaitu menindak lanjuti penjualan, setelah konsumen merasakan mie wuenakk SYAH-du yang didalamnya banyak varian rasa, saya akan bertanya baik secara langsung atau bisa juga menggunakan sosial media, nanti akan saya buat website dan diberikan link evaluasi agar saya bisa tahu bagaimana penilaian para konsumen terhadap mie wuenakk SYAH-du ini.
Lalu bagaimana saya bisa mendistribusikan mie ini kepada konsumen, dari berbagai macam jalur distribusi saya memilih untuk distribusi langsung yaitu dari produsen ke konsumen. Karena apa, usaha saya ini merupakan usaha yang dibangun kecil-kecilan terlebih dahulu yang tentunya belum mempunyai cabang, bisnis ini membutuhkan tenaga kerja yaitu 3-4 orang, jadi jika saya memakai penyalur atau sejenis distributor lainnya saya akan kesulitan dalam masalah biaya atau bisa jadi saya akan rugi. Untuk lokasi akan saya usahakan mencari lokasi yang terbuka, terutama di pinggir jalan dan tengah kota agar mudah ditemukan, membuat saya tidak perlu lagi harus ekstra memikirkan konsumen agar bisa menemukan lokasi mie wuenakk SYAH-du ini.
Namun saya memikirkan kembali, apabila saya membangun bisnis disaat keadaan sedang tidak normal seperti yang sekarang yaitu adanya COVID-19 atau ada hal lain, saya memutuskan untuk mengantar produk ini dari saya (produsen) diberikan kepada kurir untuk mengantarkan pada konsumen, dikarenakan kita tidak tahu apakah ada hal yang bisa membuat orang tidak bisa keluar rumah padahal orang tersebut sedang ingin makan sesuatu. Sekarang juga keadaan sudah menuntut harus sudah menggunakan teknologi dalam berbisnis. Jadi saya akan menyediakan mie wuenakk SYAH-du ini secara online, tersedia dalam aplikasi seperti Shopee dan aplikasi sejenis lainnya yang mendukung. Kalau saya lihat sekarang juga justu banyak yang memilih untuk berdiam di rumah dan tinggal memesan lewat aplikasi daripada harus capek keluar rumah dan mengeluarkan biaya yang lebih juga.
Tidak mungkin jika bisnis mie saya ini tetap kecil dan tidak mempunyai cabang atau tidak berkembang. Oleh karena itu, saya berencana melakukan ekspansi bisnis yang tentunya membutuhkan dana yang besar. Jenis ekspansi bisnis yang akan saya lakukan adalah Merger (Penggabungan), dimana Merger ini adalah penggabungan dua atau lebih perusahaan menjadi satu kesatuan yang terpadu. Tentunya untuk bisa terjadi keseimbangan saya harus memilih perusahaan yang berada dalam satu bidang industri dan dalam bagian Merger ini saya memilih Merger vertikal. Menurut saya ini sangat cocok dan tepat untuk bisa melakukan ekspansi bisnis mie wuenakk SYAH-du ini.
Untuk memperoleh dana tambahan, saya bisa mengeluarkan tabungan pribadi sebagai modal/ dana tambahan untuk usaha ini, tabungan tersebut akan saya gantikan ketika keuntungan atau laba sudah bisa menutupi kebutuhan yang lalu. Namun jika dari tabungan saya tidak tercukupi, saya akan menjual aset yang saya miliki untuk memenuhi kebutuhan bisnis atau akan saya gadaikan saja. Jika masih kurang juga, saya akan mengajukan pinjaman modal usaha ke bank ataupun orang terdekat, yang tidak memberikan bunga yang terlalu tinggi, jika saya asal dalam memilih pinjaman maka saya akan susah sendiri untuk mengembalikannya. Juga untuk mendapat dana tambahan ini saya bisa mencari partner bisnis yang tepat sesuai bidang saya makanan seperti pemasok, yang saya sudah jelaskan di bagian jenis ekspansi bisnis. Dengan cara saya mencari partner untuk bekerjasama itu akan memudahkan saya dalam berbisnis, dan jika ada kerugian saya tidak terlalu mengeluarkan biaya yang besar, karena kerugian tersebut dibagi dengan rekan kerja saya.
Setelah saya membaca artikel-artikel mahasiswa terkait COVID-19 terhadap bisnis UMKM di blog Prof Dedi, saya dapat menyimpulkan strategi apa saja yang akan saya terapkan agar mie wuenakk SYAH-du ini tetap bertahan di masa pandemi COVID-19.
Pertama, memperkuat relationship marketing. Relationship marketing merupakan orientasi bisnis yang terfokus pada menjaga hubungan baik dengan pelanggan yang sudah ada dan membangun hubungan yang erat dan saling menguntungkan antara pelaku usaha dan konsumen hingga menciptakan transaksi ulang. Pada akhirnya relationship marketing akan meningkatkan loyalitas konsumen. Beberapa penelitian mengungkap fakta bahwa customer relationship marketing berpengaruh namun tidak signifikan dalam meningkatkan kinerja pemasaran. Hal ini terjadi karena masih kurangnya pemahaman atau kurang maksimalnya penerapan relationship marketing oleh UMKM. Oleh karena itu, saya akan lebih memaksimalkan Relationship marketing yang lebih tepat dan diharapkan dapat membantu usaha mie wuenakk syah-du ini untuk dapat bertahan dan berkembang.
Kedua, perbaikan kualitas produk dan pelayanan ditengah pandemi covid. Pada masa pandemi konsumen lebih berhati-hati dalam menggunakan barang dan jasa dan terjadi penurunan kepercayaan konsumen terhadap barang dan jasa yang dijual oleh pelaku usaha. Selain itu keterbatasan konsumen dalam melakukan pembelian langsung juga berdampak pada berkurangnya secara signifikan jumlah pembelian konsumen. Untuk itu saya harus melakukan perbaikan kualitas produk untuk dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan secara intensif mengkomunikasikan terhadap kualitas produk.
Ketiga, meningkatkan kualitas Customer Relationship Marketing (CRM). Dimasa pandemi ini, saya sebaiknya tidak hanya berfokus pada menjaring pelangan baru tapi harus mempertahankan produk dan menjaga pelangan yang sudah ada, menciptakan kepuasan pelanggan hingga akhirnya menciptakan loyalitas pelanggan. Pelangan yang loyal tidak akan berpindah ke yang lain karena sudah memiliki kepercayaan terhadap produk kita. Salah satu cara saya untuk dapat bertahan di tengah menurunnya geliat bisnis adalah dengan melakukan pemasaran hubungan pelanggan (customer relationship marketing). Customer relationship marketing adalah sebuah konsep strategi pemasaran yang berupaya menjalin hubungan jangka panjang dengan para pelanggan, yaitu mempertahankan hubungan yang kokoh dan saling menguntungkan antara penyedia jasa dan pelanggan yang dapat membangun transaksi ulangan dan menciptakan loyalitas pelanggan.
Menurut saya, dapat disimpulkan bahwa pandemi COVID-19 yang terjadi di Indonesia berdampak pada ketidakstabilan dalam perekonomian terutama pada UMKM. Untuk itu saya harus memiliki strategi bertahan untuk dapat menstabilkan pendapatan di tengah pandemi kini dan dituntut untuk dapat menyesuaikan diri terhadap kondisi yang terjadi.
Ada beberapa strategi bertahan yang saya rekomendasikan yang dapat di lakukan oleh pelaku UMKM untuk dapat mempertahankan bisnisnya, yaitu:
Melakukan penjualan melalui e-commerce, karena masyarakat sekarang banyak beralih ke belanja online,
Melakukan pemasaran produk dengan memanfaatkan teknologi digital (digital marketing) untuk dapat menjangkau lebih banyak konsumen,
Melakukan perbaikan kualitas produk dan kualitas serta jenis layanan,
Melakukan pemasaran hubungan pelanggan (customer relationship marketing) untuk menciptakan kepercayaan konsumen dan menumbuhkan loyalitas pelanggan.
Sekian perencanaan dari bisnis saya yaitu mie wuenakk SYAH-du ini, saya harapkan perencanaan ini bisa terwujud karena saya sangat suka dan berharap untuk bisa menjadi seorang wirausaha.
Terimakasih juga saya ucapkan kepada Pak Dedi & Bu Dania selaku dosen yang telah mengajarkan saya tentang bisnis, membuat saya lebih paham apa yang harus dilakukan dalam berbisnis. Sekian dan terimakasih.
Di tahun 2021 ini saya berencana untuk menjadi seorang pebisnis yang terjun dalam bisnis mie instan, oleh karena itu ada beberapa hal yang harus saya fikirkan dan renungkan. Semua jawaban dari pertanyaan itu akan saya kaitkan dengan ilmu yang telah saya pelajari dari mata kuliah pengantar bisnis. Setelah kubuka & mengulas kembali pelajaranku yang diajar oleh dosen, entah mengapa pikiranku mulai bekerja seolah-olah benar menjadi pebisnis.
Merek mienya adalah mie wuenakk SYAH-du. Mengapa saya memilih nama tersebut untuk dijadikan merk mie instan usaha saya, karena yang kita tahu di zaman sekarang ini diperlukan yang namanya sebuah sensasi yang berbeda dari yang lain, sekarang ini kebanyakan orang itu melihat dari covernya atau sampulnya, jika nama merk mie nya saja yang biasa atau umum mana mungkin pembeli langsung tertarik untuk mencoba atau membelinya. Strategi nama ini sudah diterapkan oleh banyak pebisnis yang membuka usahanya. Saya lihat sudah banyak merk mie yang beredar, dan saya perhatikan yang banyak laku terjual itu dari nama merk mie yang terbilang tidak biasa seperti yang baru-baru ini mie Lemonilo, mie tersebut membuat penasaran pembeli karena dari namanya yang tidak dimengerti.
Mie wuenakk SYAH-du sendiri ini saya ambil dari kata sehat dan enak, karena yang terpenting dalam makanan itu pertama adalah tentang kesehatannya, baru kemudian kelezatannya. Lalu dibelakangnya saya beri kata SYAH, karena itu merupakan penggalan nama dari ayah saya yang diberikan kepada ketiga anaknya, maksud saya menambahkan kata SYAH ini untuk mengingatkan saya kepada keluarga untuk usaha mie saya ini yang nantinya sudah sukses atau dipuncak. Saya fikir dengan nama ini usaha saya akan dilirik oleh pembeli karena kekhasan dari namanya, dan tentunya jika sudah ada 1 pembeli saja yang tertarik pastinya akan mengajak konsumen lainnya, karena ada testimoni dari konsumen sebelumnya.
Untuk varian rasa tentunya akan saya berikan bermacam-macam mulai dari rasa original sampai dengan level pedas dan akan saya buat juga rasa yang unik yang tadinya menjadi lauk pauk itu akan saya buat menjadi varian rasa dalam merk mie saya, seperti yang sudah banyak dijual di pasaran misal mie rasa soto, rendang, ayam penyet dan masih banyak lainnya. Karena jika hanya mengandalkan satu rasa saja itu tidak akan membuat usaha yang kita jalani berkembang, jangan sampai hanya terpatok dengan satu buah rasa saja, mungkin diawal usaha itu akan menjadi keuntungan karena mengunggulkan satu rasa saja, tetapi lama kelamaan akan membuat konsumen bosan. Saya juga akan menambahkan pelengkap mie wuenakk SYAH-du seperti ada saos, kecap, kriuk, sayuran dan lainnya yang akan disesuaikan pada masing-masing varian rasa mie yang akan saya usahakan. Untuk membuat konsumen lebih tertarik lagi, saya akan menambahkan nasi dalam mie tertentu yang kiranya cocok ditambahkan dengan nasi.
Tetapi mungkin untuk diawal usaha saya akan membuat hanya beberapa varian rasa terlebih dahulu mungkin minimal 3 rasa, yang akan saya geluti dengan sungguh-sungguh baru nantinya seiring dengan berjalannya waktu, saya akan menambahkan varian rasa lebih banyak dalam bisnis saya ini. Di setiap usaha itu pastinya akan ada best seller, jadi saya usahakan ada satu rasa mie yang unggul atau sangat digemari oleh konsumen dan dijadikan produk terlaris dalam bisnis ini. Rasa yang satu ini akan saya luncurkan saat pertama kali membuka bisnis dan tetap akan menjadi rasa unggulan atau favorite saat saya sudah membuka usaha yang lebih besar lagi dengan varian rasa yang bermacam-macam.
Untuk harga dari mie wuenakk SYAH-du ini saya tidak akan menaruh label dengan harga yang tinggi, karena biasanya mie itu terkenal dengan harganya yang murah. Tetapi saya ambil harga yang kiranya sudah dapat menutupi biaya tetap dan biaya variabel. Biaya tetap itu diantaranya gaji, pembayaran sewa, biaya asuransi dan lainnya sedangkan untuk biaya variabel meliputi biaya tenaga kerja langsung, biaya bahan baku dan lainnya. Saya membandrol harga untuk satuan mie ini 3.000/pcs, ini merupakan harga yang normal yang sama seperti harga mie di pasaran pada umumnya.
Kenapa saya tidak mematok dengan harga yang lebih tinggi, karena saya sudah melihat sendiri jika baru dipatok dengan harga 5.000/pcs saja seperti merk mie yang baru-baru ini keluar, konsumen kurang tertarik untuk meliriknya. Karena dinilai terlalu mahal, apalagi mendengar stigma yang beredar bahwa makanan di Indonesia itu jika ingin laku harganya harus murah, kesehatan dipedulikan di nomor sekian. Tapi untuk usaha saya ini terjamin kualitasnya, akan dipakai bahan-bahan yang halal dan sehat, walaupun harganya terbilang murah hanya 3.000/pcs. Harga murah bukan berarti kualitas buruk, memang ada yang hanya mengandalkan kalimat tersebut, tetapi untuk mie wuenakk SYAH-du ini dijamin kesehatan dan kelezatannya.
Terpikir kembali apakah saya perlu melakukan promosi agar semakin banyak orang yang mengenal dan membeli mie wuenakk SYAH-du saya ini, saya memutuskan Ya dan dari 4 metode promosi itu saya memilih metode promosi Penjualan Perorangan, karena ada beberapa pertimbangan yang saya pikirkan. Dengan metode ini jika saya benar-benar bisa memberikan kepuasan dengan ciri khas, kesehatan, kelezatan mie pada konsumen, itu akan secara otomatis mempengaruhi konsumen yang satu untuk mengajak konsumen yang lain terpancing untuk membeli mie wuenakk SYAH-du ini. Karena tidak bisa dipungkiri manusia adalah makhluk sosial yang tidak lepas dari manusia lainnya, yang terus berfikir dan apabila ia suka akan memberitahu kepada yang lainnya seperti keluarga bahkan tetangga. Dengan cara ini, konsumen yang satu bisa mendatangkan banyak konsumen lainnya untuk membelinya.
Tentunya metode yang akan saya lakukan ini harus memperhatikan beberapa hal antaranya mengenali target pasar, setiap individu pasti berbeda antara satu dengan yang lainnya, maka dari itu saya akan benar-benar fokus untuk bisa memahami karakteristik orang tersebut dan tentunya akan berakibat dalam cara pelayanannya yang berbeda juga. Kedua yaitu menjawab berbagai macam pertanyaan, saya akan mempersiapkan kira-kira jawaban apa yang akan ditanyakan oleh konsumen terkait bisnis saya ini. Ketiga yaitu menindak lanjuti penjualan, setelah konsumen merasakan mie wuenakk SYAH-du yang didalamnya banyak varian rasa, saya akan bertanya baik secara langsung atau bisa juga menggunakan sosial media, nanti akan saya buat website dan diberikan link evaluasi agar saya bisa tahu bagaimana penilaian para konsumen terhadap mie wuenakk SYAH-du ini.
Lalu bagaimana saya bisa mendistribusikan mie ini kepada konsumen, dari berbagai macam jalur distribusi saya memilih untuk distribusi langsung yaitu dari produsen ke konsumen. Karena apa, usaha saya ini merupakan usaha yang dibangun kecil-kecilan terlebih dahulu yang tentunya belum mempunyai cabang, bisnis ini membutuhkan tenaga kerja yaitu 3-4 orang, jadi jika saya memakai penyalur atau sejenis distributor lainnya saya akan kesulitan dalam masalah biaya atau bisa jadi saya akan rugi. Untuk lokasi akan saya usahakan mencari lokasi yang terbuka, terutama di pinggir jalan dan tengah kota agar mudah ditemukan, membuat saya tidak perlu lagi harus ekstra memikirkan konsumen agar bisa menemukan lokasi mie wuenakk SYAH-du ini.
Namun saya memikirkan kembali, apabila saya membangun bisnis disaat keadaan sedang tidak normal seperti yang sekarang yaitu adanya COVID-19 atau ada hal lain, saya memutuskan untuk mengantar produk ini dari saya (produsen) diberikan kepada kurir untuk mengantarkan pada konsumen, dikarenakan kita tidak tahu apakah ada hal yang bisa membuat orang tidak bisa keluar rumah padahal orang tersebut sedang ingin makan sesuatu. Sekarang juga keadaan sudah menuntut harus sudah menggunakan teknologi dalam berbisnis. Jadi saya akan menyediakan mie wuenakk SYAH-du ini secara online, tersedia dalam aplikasi seperti Shopee dan aplikasi sejenis lainnya yang mendukung. Kalau saya lihat sekarang juga justu banyak yang memilih untuk berdiam di rumah dan tinggal memesan lewat aplikasi daripada harus capek keluar rumah dan mengeluarkan biaya yang lebih juga.
Tidak mungkin jika bisnis mie saya ini tetap kecil dan tidak mempunyai cabang atau tidak berkembang. Oleh karena itu, saya berencana melakukan ekspansi bisnis yang tentunya membutuhkan dana yang besar. Jenis ekspansi bisnis yang akan saya lakukan adalah Merger (Penggabungan), dimana Merger ini adalah penggabungan dua atau lebih perusahaan menjadi satu kesatuan yang terpadu. Tentunya untuk bisa terjadi keseimbangan saya harus memilih perusahaan yang berada dalam satu bidang industri dan dalam bagian Merger ini saya memilih Merger vertikal. Menurut saya ini sangat cocok dan tepat untuk bisa melakukan ekspansi bisnis mie wuenakk SYAH-du ini.
Untuk memperoleh dana tambahan, saya bisa mengeluarkan tabungan pribadi sebagai modal/ dana tambahan untuk usaha ini, tabungan tersebut akan saya gantikan ketika keuntungan atau laba sudah bisa menutupi kebutuhan yang lalu. Namun jika dari tabungan saya tidak tercukupi, saya akan menjual aset yang saya miliki untuk memenuhi kebutuhan bisnis atau akan saya gadaikan saja. Jika masih kurang juga, saya akan mengajukan pinjaman modal usaha ke bank ataupun orang terdekat, yang tidak memberikan bunga yang terlalu tinggi, jika saya asal dalam memilih pinjaman maka saya akan susah sendiri untuk mengembalikannya. Juga untuk mendapat dana tambahan ini saya bisa mencari partner bisnis yang tepat sesuai bidang saya makanan seperti pemasok, yang saya sudah jelaskan di bagian jenis ekspansi bisnis. Dengan cara saya mencari partner untuk bekerjasama itu akan memudahkan saya dalam berbisnis, dan jika ada kerugian saya tidak terlalu mengeluarkan biaya yang besar, karena kerugian tersebut dibagi dengan rekan kerja saya.
Setelah saya membaca artikel-artikel mahasiswa terkait COVID-19 terhadap bisnis UMKM di blog Prof Dedi, saya dapat menyimpulkan strategi apa saja yang akan saya terapkan agar mie wuenakk SYAH-du ini tetap bertahan di masa pandemi COVID-19.
Pertama, memperkuat relationship marketing. Relationship marketing merupakan orientasi bisnis yang terfokus pada menjaga hubungan baik dengan pelanggan yang sudah ada dan membangun hubungan yang erat dan saling menguntungkan antara pelaku usaha dan konsumen hingga menciptakan transaksi ulang. Pada akhirnya relationship marketing akan meningkatkan loyalitas konsumen. Beberapa penelitian mengungkap fakta bahwa customer relationship marketing berpengaruh namun tidak signifikan dalam meningkatkan kinerja pemasaran. Hal ini terjadi karena masih kurangnya pemahaman atau kurang maksimalnya penerapan relationship marketing oleh UMKM. Oleh karena itu, saya akan lebih memaksimalkan Relationship marketing yang lebih tepat dan diharapkan dapat membantu usaha mie wuenakk syah-du ini untuk dapat bertahan dan berkembang.
Kedua, perbaikan kualitas produk dan pelayanan ditengah pandemi covid. Pada masa pandemi konsumen lebih berhati-hati dalam menggunakan barang dan jasa dan terjadi penurunan kepercayaan konsumen terhadap barang dan jasa yang dijual oleh pelaku usaha. Selain itu keterbatasan konsumen dalam melakukan pembelian langsung juga berdampak pada berkurangnya secara signifikan jumlah pembelian konsumen. Untuk itu saya harus melakukan perbaikan kualitas produk untuk dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan secara intensif mengkomunikasikan terhadap kualitas produk.
Ketiga, meningkatkan kualitas Customer Relationship Marketing (CRM). Dimasa pandemi ini, saya sebaiknya tidak hanya berfokus pada menjaring pelangan baru tapi harus mempertahankan produk dan menjaga pelangan yang sudah ada, menciptakan kepuasan pelanggan hingga akhirnya menciptakan loyalitas pelanggan. Pelangan yang loyal tidak akan berpindah ke yang lain karena sudah memiliki kepercayaan terhadap produk kita. Salah satu cara saya untuk dapat bertahan di tengah menurunnya geliat bisnis adalah dengan melakukan pemasaran hubungan pelanggan (customer relationship marketing). Customer relationship marketing adalah sebuah konsep strategi pemasaran yang berupaya menjalin hubungan jangka panjang dengan para pelanggan, yaitu mempertahankan hubungan yang kokoh dan saling menguntungkan antara penyedia jasa dan pelanggan yang dapat membangun transaksi ulangan dan menciptakan loyalitas pelanggan.
Menurut saya, dapat disimpulkan bahwa pandemi COVID-19 yang terjadi di Indonesia berdampak pada ketidakstabilan dalam perekonomian terutama pada UMKM. Untuk itu saya harus memiliki strategi bertahan untuk dapat menstabilkan pendapatan di tengah pandemi kini dan dituntut untuk dapat menyesuaikan diri terhadap kondisi yang terjadi.
Ada beberapa strategi bertahan yang saya rekomendasikan yang dapat di lakukan oleh pelaku UMKM untuk dapat mempertahankan bisnisnya, yaitu:
Melakukan penjualan melalui e-commerce, karena masyarakat sekarang banyak beralih ke belanja online,
Melakukan pemasaran produk dengan memanfaatkan teknologi digital (digital marketing) untuk dapat menjangkau lebih banyak konsumen,
Melakukan perbaikan kualitas produk dan kualitas serta jenis layanan,
Melakukan pemasaran hubungan pelanggan (customer relationship marketing) untuk menciptakan kepercayaan konsumen dan menumbuhkan loyalitas pelanggan.
Sekian perencanaan dari bisnis saya yaitu mie wuenakk SYAH-du ini, saya harapkan perencanaan ini bisa terwujud karena saya sangat suka dan berharap untuk bisa menjadi seorang wirausaha.
Terimakasih juga saya ucapkan kepada Pak Dedi & Bu Dania selaku dosen yang telah mengajarkan saya tentang bisnis, membuat saya lebih paham apa yang harus dilakukan dalam berbisnis. Sekian dan terimakasih.
Comments
Post a Comment