UJIAN TENGAH SEMESTER KEWIRAUSAHAAN

UJIAN TENGAH SEMESTER
MATA KULIAH KEWIRAUSAHAAN
Dosen Pengampu: Prof. Dr. Dedi Purwana E.S., M.Bus. / Terrylina Arvinta M., S.E., M.M.



1. Jelaskan bagaimana proses kreatif terjadi, berawal dari persiapan hingga implementasi ide kreatif?

Jawaban :

Ada 4 tahapan dalam proses kreatif :

1. Tahap Persiapan

Untuk membuat ide kreatif hal pertama yang harus dilakukan adalah persiapan. Bagaimana cara untuk Memformulasikan suatu masalah dan membuat usaha awal untuk memecahkannya.

2. Tahap Inkubasi



Tahap kedua adalah tahap inkubasi, yaitu asa dimana tidak ada usaha yang dilakukan secara langsung untuk memecahkan masalah dan perhatian dialihkan sejenak pada hal yang lain. Tahap inkubasi dapat membebaskan kita dari pikiran-pikiran yang melelahkan akibat proses pemecahan masalah. Menghentikan proses pemecahan masalah dalam beberapa waktu untuk menyusun kembali pemikiran-pemikiran kita terhadap masalah yang kita hadapi. Melupakan sebuah masalah yang berat dalam sementara waktu dapat membantu kita untuk menemukan ide-ide baru yang lebih sesuai untuk menyelesaikan suatu masalah. Tahap ini juga dapat membantu kita dalam proses kreatif, karena dalam tahap ini kita seringkali dapat memecahkan suatu masalah dengan tanpa kita sadari.

3. Tahap Iluminasi

Tahap ketiga adalah tahap iluminasi, yaitu tahap dimana tidak selalu memicu terjadinya iluminasi atau pencerahan. Pada saat iluminasi terjadi, jalan terang menuju permasalahan mulai terbuka. Kita akan merasakan sensasi kegembiraan yang luar biasa, karena pemahaman meningkat, semua ide muncul dan ide tersebut saling melengkapi untuk menyelesaikan suatu permasalahan.

4. Tahap Verifikasi

Tahap terakhir adalah tahap verifikasi, yaitu dimana Setelah sebuah ide ditemukan, maka ide tersebut harus diuji. Tahap ini merupakan tahap untuk menguji sebuah produk hasil proses kreatif untuk membuktikan legitimasinya. Tahap verifikasi umumnya lebih singkat daripada tahap-tahap sebelumnya, karena tahap ini hanya menguji dan meninjau kembali hasil perhitungan seseorang dan juga untuk melihat apakah penemuannya itu berhasil atau tidak.

2. Jelaskan menurut pendapat Anda tentang keuntungan dan kerugian ketika memilih format bisnis franchise (waralaba)!

Jawaban :

Keuntungan Menjalankan Bisnis Waralaba

1. Manajemen bisnis telah terbangun

Menurut saya tidak seperti membangun bisnis sendiri, sistem waralaba telah memiliki manajemen bisnis yang siap dan matang. Jadi semakin memudahkan orang untuk bergabung apalagi pemula.

2. Merek atau brand sudah dikenal masyarakat

Menurut saya tidak perlu repot untuk memikirkan bagaimana strategi pemasarannya. Brand yang sudah dikenal oleh masyarakat biasanya sudah memiliki konsumen dan pasarnya sendiri sehingga para franchise tidak perlu memikirkan strategi pemasaran dan analisis pesaing.

3. Kerjasama yang telah terbangun sejak awal

Orang yang membeli waralaba akan mendapatkan keuntungan kerjasama yang telah terbangun sebelumnya oleh pemilik waralaba. Contohnya kerjasama dengan pemasok bahan baku, pihak periklanan dan pemasaran, dan lain sebagainya.

4. Peluang sukses yang lebih cepat

Bisnis waralaba biasanya memiliki peluang sukses yang lebih cepat karena liputan media yang baik dan juga sudah memiliki pasar dan konsumen yang setia. Biaya modal yang dikeluarkan juga terukur



5. Manajemen finansial lebih mudah

Dengan menggunakan bisnis waralaba, maka sistem manajemen finansial telah ditetapkan oleh pemilik waralaba utama. Sehingga tidak perlu pusing dengan manajemen finansial seperti membangun bisnis baru.

Kekurangan Menjalankan Bisnis Waralaba

1. Kurangnya kendali dari pembeli waralaba terhadap bisnisnya sendiri. Hal tersebut dikarenakan semua sistem telah ditentukan oleh pemilik waralaba.

2. Meskipun bisnis waralaba memiliki pasar yang matang, para pembeli waralaba biasanya terjebak dalam tren pasar. Perilaku konsumen yang berubah-ubah terhadap tren mampu mempengaruhi kondisi bisnis waralaba.

3. Jika waralaba yang lain melakukan kesalahan yang mengakibatkan rusaknya reputasi, maka hal tersebut juga akan memengaruhi waralaba yang sedang dikelola.

4. Membutuhkan modal yang lebih banyak. Pihak pewaralaba akan mengajukan biaya awal untuk membeli perjanjian waralaba. Kemudian ada juga biaya lanjutan untuk pelatihan dan dukungan bagi para pembeli waralaba.

5. Adanya pemotongan keuntungan. Pembeli waralaba memiliki kewajiban untuk membayar royalti dari sejumlah keuntungan yang didapatkan.



3. Jika seandainya saat ini Anda memiliki bisnis yang dilakukan secara konvensional, strategi apa yang Anda lakukan di masa pandemic Covid-19 agar bisnis Anda bisa tetap bertahan, mendapat keuntungan, dan mampu membayar beban operasional?

Jawaban :

Strategi yang akan saya lakukan untuk mempertahankan, mendapat keuntungan n dan agar bisa membayar beban operasional dari bisnis konvensional saya di masa pandemi covid-19 adalah melakukan perubahan dari yang sebelumnya dilakukan secara konvensional berubah menjadi bisnis online. Tetapi bukan berarti saya akan sepenuhnya mengurus di bisnis online saja,tetapi melakukan penyeimbangan antara bisnis yang dilakukan konvensioanl juga dengan bisnis yang dilakukan online. Karena bagaimanapun saya merintis bisnis awalnya menggunakan bisnis konvensional. Saya menyadari jika bisnis secara konvensional ini saya pertahankan, saya tidak akan bisa mempertahankan bisnis, apalagi mendapat keuntungan juga mampu membayar beban operasional karena di masa pandemi Covid-19 ini semuanya dibatasi, seperti ada larangan untuk tidak keluar rumah dan larangan untuk berkerumun.

Namun selain saya mengubah sistem bisnis saya yang tadinya dilakukan secara konvenspnalm menjadi ko0nvensuional+online, saya akan memikirkan ide inovasi dan kreatif apalagi yang akan saya buat dalam bisnis saya, akan saya berikan sentuhan dalam packaging karena biasanya konsumen itu tertarik melihat luarnya terlebih dahulu baru mementingkan apa isinya. Tidak lupa juiga saya akan giat mempromosikan bisnis saya dengan menarik lewat media sosial, bantuan teman ataupun konsumen. Soal harga tidak akan saya permainkan, karena saya ingin memberikan kualitas yang baik kepada konsumen, pastinya masih ada konsumen yang mempercayai ada harga ada kualitas.

4. Jika mengamati situasi pandemic Covid-19 dan pesatnya perkembangan digitalisasi bisnis, menurut pendapat Anda bisnis apakah yang ke depannya memiliki peluang bisnis?

Jawaban :

Menurut saya jika diamati dengan situasi yang sekarang yaitu yang berada dalam masa pandemi covid-19 dan pesatnya perkembangan digitalisasi bisnis, untuk waktu kedepan pasti memiliki peluang bisnis yang besar tetapi peluang tersebut hanya berlaku untuk yang menjalankan bisnis dengan menggunakan digital bisnis dalam arti yang menjalankan bisnisnya dengan memanfaatkan teknologi seperti menggunakan e-commerce atau sistem lain yang bisa diakses lewat smartphone atau gadget lainnya. Peluang besar ini tidak terlalu berlaku dengan mereka yang menjalankan bisnisnya dengan tetap mempertahankan sistem penjualan yang dilakukan secara tatap muka.

Karena kalau dilihat, sudah satu tahun lebih khususnya indonesia mulai terbiasa melakukan transaksi menggunakan e-commerce, karena larangan dari pemerintah untuk keluar rumah tidak penting. Dan hal tersebut juga direspon baik oleh masyarakat walaupun ada beberapa orang yang belum mematuhinya. Karen kebiasaan di rumah ini sudah berjalan secara mengalir membuat banyak orang malas untuk melakukan transaksi dengan tatap muka karena takut terkena covid-19. walaupun nantinya tidak ada lagi covid-19 dan larangan untuk keluar rumah dan berkerumun dihapus, pastinya membuat banyak orang juga malas untuk bertransaksi dengan tatap muka karena sudah nyaman di rumah saja dan dapat dilihat juga bisnis yang melakukan transaksi dengan tatap muka sudah beralih menggunakan e-commerce atau sistem akses secara online. Jadi dapat disimpulkan peluang bisnis untuk kedepan sangat terbuka luas untuk mereka yang menjalankan bisnisnya dengan sistem akses secara online bukan untuk mereka yang tetap bertahan menggunakan sistem secara tatap muka.



5. Ceritakan tentang e-commerce/marketplace/e-business yang Anda ketahui yang telah menginspirasi Anda! (tentang bagaimana ia memulai bisnisnya dan mampu bertahan dalam persaingan bisnis saat ini)

Jawaban :

Saya memilih e-commerce yaitu tokopedia sebagai inspirasi saya.

Bagaimana sih awal mula dibagun Tokopedia?

William Tanuwijaya adalah pendiri tokopedia, lahir dan besar di Kota Pematangsiantar. Saat kuliah, Mulai semester dua ia bekerja di warnet sejak pukul 21.00 malam hingga 09.00 pagi, Senin sampai Minggu. Ini adalah kisahnya berkenalan dan jatuh cinta dengan Internet. Ketika Internet masih mahal, ia bisa menggunakannya dengan gratis, bahkan dibayar sebuah blessing in disguise.

Dengan segala keterbatasan , bagaimana ia mengumpulkan modal untuk membangun usaha? Sampai pada tahun 2007, ketika mendapatkan ide untuk membangun Tokopedia, ia mulai memiliki mimpi untuk membangun perusahaan Internet sendiri. Ia butuh pemodal untuk membangun Tokopedia dan pertanyaan pertamanya saat itu adalah, “Mengapa Google dan Facebook yang saya pakai sehari-hari itu gratis? Dari mana uangnya?” Dari sana ia belajar tentang adanya pendanaan untuk startup company di negara-negara maju. Terinspirasi dari hal tersebut, ia mulai mencari pemodal.

william tanuwijaya tidak kenal para pemodal ventura, jadi ia datang ke satu-satunya orang berduit yang dia kenal. ia datang ke bos tempat ia bekerja dan menceritakan ide Tokopedia, tentang Indonesia adalah negara kepulauan, di mana seringkali pembeli dan penjual yang tidak pernah bertemu satu-sama-lain.

Mendengar cerita tersebut Bosnya pun berbaik hati. Ia memperkenalkan william ke beberapa temannya, pebisnis yang sudah banyak mengecap asam garam dunia bisnis, yakni para investor. Selama dua tahun, ia mencoba menyakinkan para investor untuk memberikan pendanaan awal dan ia mendapati bahwa membangun kepercayaan tersebut sangatlah sulit.

Ia belajar bahwa sulit sekali mendapatkan kepercayaan jika kita benar-benar mencoba memulai dari nol.

Akhirnya william pun beruntung karena pada akhirnya ia dan rekannya, Leontinus Alpha Edison, diberikan sebuah tiket kepercayaan dan bisa mendirikan Tokopedia tahun 2009. Belajar dari pengalaman tentang sulitnya mendapatkan kepercayaan, filosofi mereka waktu itu adalah tidak perlu ada marketing jorjoran. Seluruh dana investasi akan mereka pakai untuk membangun tim dan memastikan bahwa Tokopedia gratis, bisa dipakai oleh siapa saja di Indonesia, baik untuk berjualan maupun berbelanja online.

Setelah hampir enam tahun menjalankan bisnis Tokopedia, ia semakin merasa beruntung sekaligus sangat terinspirasi ketika melihat dan menyaksikan bahwa Tokopedia tidak hanya mengubah hidupnya, tapi juga mengubah hidup orang-orang di sekitarnya, terutama para pengguna situs Tokopedia.



Bagaimana ia mampu bertahan dalam persaingan bisnis saat ini ?

Tokopedia berpotensi untuk membangun jutaan lapangan pekerjaan baru dengan banyaknya merchant yang bergabung. Selain itu, terhadap berkembangnya bisnis kurir, mengikuti derasnya paket-paket yang harus dikirim dari satu pulau ke pulau lainnya, dari satu kota ke kota lainnya, bahkan hingga ke desa-desa.

Baginya, inilah model bisnis paling indah di dunia karena Tokopedia hanya bisa sukses ketika mereka berhasil membantu para pengguna kami menjadi lebih sukses. Itulah alasan mengapa mereka terus mempertahankan konsep Tokopedia sebagai marketplace gratis. Mereka berharap visi Tokopedia untuk “Membangun Indonesia Lebih Baik lewat Internet” lebih cepat tercapai.

Mereka beruntung karena setiap tahun kami berhasil mendapatkan modal pendanaan tambahan dari para pemodal ventura ternama dunia. Oktober 2014, Tokopedia menjadi perusahaan Internet pertama Indonesia yang mendapatkan pendanaan 100 juta dolar dari SoftBank Internet & Media dan Sequoia Capital. Pendanaan tersebut di salurkan untuk memastikan Tokopedia tetap gratis, selain terus mengembangkan Tokopedia untuk menjadi perusahaan Internet kelas dunia yang mampu memberikan pelayanan terbaik kepada para pelanggan kami.

Tokopedia telah menyediakan pilihan Gold Merchant untuk merchant-merchant yang ingin menjadi sponsor Tokopedia dengan biaya rendah per bulan dan Tokopedia memberikan fitur-fitur yang sifatnya membantu para Gold Merchant menjadi lebih efisien. Selain itu, mereka juga telah memperkenalkan fitur TopAds untuk merchant-merchant yang ingin mendapatkan exposure tambahan.

Apa yang paling sulit dari membangun Tokopedia?

Belajar dari pengalamannya mengenai bagaimana sulitnya membangun kepercayaan di awal, filosofi mereka di Tokopedia adalah untuk terus berusaha memberikan kesempatan kepada setiap individu di Indonesia untuk memulai bisnis dengan mudah dan gratis di Tokopedia.

Comments

Popular posts from this blog

JANGAN nilai dari BUDAYA, Tapi ORANGNYA !

WIRAUSAHA MILENIAL KEREN - KAK RAIHAN