JANGAN nilai dari BUDAYA, Tapi ORANGNYA !
Kali ini gue mau ngereview 2 video yang didalamnya itu menjelaskan perbedaan beberapa budaya, sebenernya ini tugas ya gaiss tapi gue masukin di blog aje yaa :)
Note : jangan menilai budaya dari satu orang saja, karena setiap orang itu berbeda-beda.
Jerman
1. Time management
Mereka terlihat sekali sangat menghargai waktu, datang ke restoran kurang dari waktu yang ditentukan agar tamu merasa nyaman. Tidak menyia-nyakan waktu, ketika rekan bisnisnya belum kunjung datang, mereka lumayan cemas karena ada hal yang harus dikerjakan lagi
2. High/low content
Untuk pengulangan kata sendiri mereka sudah cukup menyampaikan informasi dengan jelas, jadi tidak perlu lagi ada kata yang diulangi. Juga untuk para rekan bisnisnya sudah mengerti apa yang diberikan oleh kelompok ini.
3. Individualism/collectivism
Tidak mementingkan ego masing-masing, tetapi tujuan dari kelompok sangat terlihat disini. Untuk pengetahuan sendiri, mereka lebih memfokuskan pada kelompok mereka. Seperti saat menyiapkan hidangan, mereka tanpa mencari tahu makanan apa yang di baiknya dimakan oleh rekan bisnisnya. Disini lebih memperlihatkan kurangnya komunikasi yang baik, karena ketidaktahuan mereka jamuan yang seharusnya dinikmati malah berakhir dengan ketidaknyamanan
4. Religion & food
Tidak memperhatikan jenis makanan apapun, karena orang Jerman memang sudah biasa memakan makanan yang bermacam-macam. Agama kristen adalah agama yang paling dominan di Jerman, sehingga tidak terlalu mengekang makanan mana yang tidak boleh dimakan.
5. Language & smalltalk
Saat pertemuan pertama menunggu tamu di restoran, mereka berbicara dengan hati-hati dan berusaha membujuk satu sama lain untuk menunggu si tamu lebih lama lagi. Bahasa yang digunakan yang saya dengar dalam percakapan adalah formal, mereka juga tidak pintar dan tidak menggunakan basa-basi jadi langsung ke inti saja, tetapi sayangnya jadi kurang pendekatan dengan orang luar.
6. Habits and behaviors
Mengucapkan salam dan senyum walaupun tidak bertatap muka hanya lewat telepon dan memperkenalkan diri secara baik, contohnya saat ingin mengundang Mr. Achmer Yilmaz dan Ms. Sakuntala Majumdar untuk bisa ke Jerman agar menandatangani kontrak. Pakaiannya formal sesuai dengan agenda yaitu rapat, memakai jas warna hitam, sepatu dan pakaian yang sopan dan tentunya rapih. Pelayannya menjalani tugasnya dengan baik, tidak lelah berhenti menawarkan pesanan kepada pelanggan. Tidak terlihat lelah di wajahnya, menjalani pekerjaannya dengan sungguh-sungguh. Saat bertemu dan berpisah, mereka lebih dulu dan peka mengucapkan salam kepada orang lain. Karena tidak enak pelayan terus menawarkan pesanan, mereka pun menunggu di luar dengan tetap berdiri, seakan untuk menyambut tamunya.
Kurang peka terhadap apa yang diinginkan tamunya, seperti saat rekan bisnisnya memberi oleh-oleh dari negaranya. Harusnya yang mengundang setidaknya memberikan suatu hadiah pertemuan pertama walaupun kecil dan tidak mahal sebagai bentuk perjalinan awal yang baik. Saat menjelaskan kepada rekan bisnisnya, mereka berusaha sangat detail dan menekankan poin utama untuk ketepatwaktuan ditunjukkan dari diri mereka sendiri. Harusnya mereka mencari informasi terlebih dahulu terkait tamu yang diundang misalnya kebiasaan, agama, makanan atau hal lainnya, jadi bisa mempersiapkan semuanya dengan baik. Terlihat sangat jelas kalau mereka sudah terbiasa menggunakan peralatan makan seperti pisau dan sendok, sehingga tidak membuat mereka risau
India
1. Time management
Tidak tepat waktu saat ada agenda yang sudah dijadwalkan, mungkin karena tidak terbiasa disiplin. Kurang menghargai waktu, terlihat santai sekali padahal ada agenda yang penting, terlihat saat turun dari mobil untuk pertemuan pertamanya.
2. High/low content
Berbeda dengan orang Jerman, Ms. Sakuntala Majumdar ini lebih banyak mengulangi perkataan yang sama mungkin karena dia belum paham apa yang dibicarakan. Padahal sudah jelas sekali informasi apa yang disampaikan oleh rekan bisnisnya.
3. Individualism/collectivism
Terlihat sekali Ms. Sakuntala Majumdar ini merupakan orang yang memikirkan diri sendiri, contohnya saat ada jadwal agenda rapat. Ia terlambat bukan sebentar tetapi dengan waktu yang cukup lama, dan ms India tidak merasa bersalah.
4. Religion & food
Di jamuan yang terakhir, Ms. Sakuntala Majumdar membuang makanan ke piringnya lagi padahal sudah diambil olehnya, hal itu dilakukan karena makanan tersebut merupakan olahan dari daging sapi. Orang India mayoritas agamanya adalah hindu, mereka mempunyai keyakinan bahwa sapi adalah tuhan mereka.
5. Language & smalltalk
Untuk bahasa sendiri masih terlihat sekali logat budayanya yaitu India, sehingga kurang jelas untuk didengar bagi orang awam seperti saya. Untuk basa-basi yang dilakukan oleh Ms. Sakuntala Majumdar ini tidak ada, sehingga kurang ada rasa nyaman antara ia dengan pihak lainnya.
6. Habits and behaviors
Pakaian untuk pertemuan pertama sudah formal, cocok untuk rapat. Namun, saat pertemuan ketiga tidak memakai jas sehingga kurang nyaman dipandang, terlihat menyepelekan agenda rapat. Kurang peka mengucapkan salam kepada rekannya, terbiasa diberi arahan dulu baru mengikuti. Kurang ada rasa hormat, Tidak merasa bersalah karena rekan kerjanya menunggu lama terlihat dari raut wajahnya yang biasa saja. Bukannya menyesal tapi bertingkah seakan tidak terjadi apa-apa. Kurang sopan saat berjabat tangan dengan rekan kerjanya, harusnya saat berjabat tangan tidak harus berlama-lama entah apa yang dipikirkannya , yang ada di pikiran saya Ms. Sakuntala Majumdar jatuh hati pada pandangan pertama untuk Mr. Li. Ingin mendapatkan sesuatu imbalan dari yang ia kasih, terlihat saat membawakan sesuatu yang spesial yaitu sebuah candi kecil untuk rekan bisnisnya. Melirik secara bersamaan dengan Mr. Achmer Yilmaz yang memberi sebuah minuman. Saat jamuan terlihat Ms. Sakuntala Majumdar kurang menghormati hidangan yang disediakan. Posisi tangan ketika sedang melakukan jamuan atau acara formal lainnya seperti rapat, itu harusnya posisi tangannya lebih baik tidak diatas meja. Kalaupun diatas meja, itu tidak boleh seperti menopang dagu seperti yang dilakukan karena terlihat menjadi kurang sopan. Ms. Sakuntala Majumdar tidak mengerti bagaimana cara menggunakan pisau dan sendok bersamaan saat makan, mungkin ini terjadi karena ketidak pengetahuan dan pengalaman. Saya juga sering menonton film India, kebanyakan dari mereka saat makan itu langsung menggunakan tangan tanpa memakai bantuan alat, mungkin menjadikan itu suatu kebiasaan yang sulit diubah. Tampak sekali ketidaknyamanan mr India memakai pisau dan sendok, ia melirik-lirik orang disekitarnya untuk bisa menggunakannya. Ms. Sakuntala Majumdar ini kurang sopan karena terlalu sering memegang rambutnya, harusnya ia membuat kenyamanan untuk diri sendiri terlebih dahulu seperti bisa diikat rambutnya. Berbeda dengan yang lain. Ia lebih mengikuti Mr. Achmer Yilmaz seakan ia tidak tahu apa-apa. Ketidaksopanan Ms. Sakuntala Majumdar pun muncul kembali saat ia mencium-cium makanan yang diambil dan diletakkan kembali dan terlihat oleh rekan bisnisnya
Turki
1. Time management
Tidak tepat waktu saat ada agenda yang sudah dijadwalkan, mungkin karena tidak terbiasa disiplin. Kurang menghargai waktu, terlihat santai sekali padahal ada agenda yang penting. Terlihat saat turun dari mobil untuk pertemuan pertamanya
2. High/low content
Untuk pengulangan kata sendiri mr turke termasuk dalam yang rendah, ia mudah menanggapi sesuatu dengan baik. Ia hanya mempertegas pernyataan sekali lalu memahaminya.
3. Individualism/collectivism
Terlihat sekali Mr. Achmer Yilmaz ini merupakan orang yang memikirkan diri sendiri, contohnya saat ada jadwal agenda rapat. Ia terlambat bukan sebentar tetapi dengan waktu yang cukup lama, dan ia tidak merasa bersalah.
4. Religion & food
Saat jamuan, Mr. Achmer Yilmaz terkejut mendengar bahwa hidangan yang disajikan adalah daging babi. Ini sangat berpengaruh sekali, karena beberapa agama seperti islam mengharamkan umatnya untuk mengonsumsi daging babi.
5. Language & smalltalk
Untuk bahasa sendiri Mr. Achmer Yilmaz sudah jelas dalam menyampaikan jawabannya kepada rekan bisnisnya dan saya bisa memahami apa yang dibicarakannya. Untuk basa-basi sendiri, ia lebih memainkannya, mungkin karena ingin merasa akrab antar satu sama lain.
6. Habits and behaviors
Pakaiannya masih bisa dibilang normal tetapi kurang sopan, karena bagian atas kemeja mr turkey terbuka, sehingga membuat kesan kurang formal. Lebih baik lagi jika diberi dasi sebagai aksesoris agar terlihat nyaman dipandang. Kurang peka mengucapkan salam terlebih dahulu, baru memulai jika ada yang menyapanya. Mungkin karena merasa akrab, Mr. Achmer Yilmaz cukup lama juga berjabat tangan dengan mr Jerman apalagi sambil menggoyang-goyangkan tangannya dengan cukup bersemangat. Tapi saya rasa itu tidak bagus, karena dari raut wajah Mr. Li tidak nyaman dilihat. Kurang mempunyai rasa hormat kepada orang lain, tidak merasa bersalah karena rekan kerjanya menunggu lama terlihat dari raut wajahnya yang biasa saja. Bukannya menyesal tapi bertingkah seakan tidak terjadi apa-apa. Mengharapkan imbalan, terlihat saat Mr. Achmer Yilmaz membawakan minuman sebagai oleh-oleh dari Turki dan melirik Ms. Sakuntala Majumdar dan saya pikir yang ada dipikirannya adalah “Mana hadiah untuk saya”. Menurut saya, jika kita memberi sesuatu kepada orang lain harusnya kita ikhlas memberinya, jangan mengharapkan imbalan atau berpikiran sesuatu yang kita lakukan akan diingat dan kita dapat diperlakukan secara istimewa. Saat jamuan terlihat sekali Mr. Achmer Yilmaz kurang menghormati hidangan yang disediakan, seperti saat diberikan jamuan berupa daging babi. Saat diberi jamuan, seharusnya ia tidak boleh sangat terlihat tidak menghormati jamuan apalagi yang dilakukannya sampai tersedak di depan banyak orang, itu hal yang kurang pantas. Sama seperti rekan bisnisnya dari Jerman, Mr. Achmer Yilmaz sangat nyaman menggunakan pisau dan sendok seperti sudah terbiasa. Di pertemuan yang terakhir, ia mempersilahkan Mr. Achmer Yilmaz untuk duduk terlebih dahulu itu merupakan kebiasaan yang baik. Karena ada hal yang terjadi, membuat ia kurang puas terhadap kontrak yang ada, terlihat ia sering memukul meja dan berdiri untuk membentak rekan bisnisnya, seperti ada hal yang tidak disetujui dari raut wajahnya.
Tentunya jika bekerjasama dengan orang luar yang berbeda kebudayaan dengan kita akan susah untuk menjalin kerjasama, apalagi jika tidak adanya pengetahuan dan mengikuti ego masing-masing. Namun jika saya harus memilih budaya mana yang lebih saya sukai untuk menjadikan rekan bisnis saya adalah budaya Jerman, karena yang terpenting bagi saya adalah kedisiplinan dan ketepatwaktuan. Jika itu sudah dimiliki akan mudah untuk menjalani bisnis sampai ke tahap yang lebih tinggi lagi. Kalau saya memilih rekan yang dilatarbelakangi dengan budaya India yang memiliki watak seperti Ms. Sakuntala Majumdar, itu akan berdampak buruk dengan bisnis saya karena kurangnya pengetahuan yang ia miliki dan juga tidak disiplin. Kalau saya memilih orang yang dilatarbelakangi dengan budaya Turki seperti Mr. Achmer Yilmaz, itu akan sulit karena dia memiliki sifat yang egonya tinggi, mudah marah dan tidak bisa menyelesaikan masalah secara baik-baik.
Note : jangan menilai budaya dari satu orang saja, karena setiap orang itu berbeda-beda.
Jerman
1. Time management
Mereka terlihat sekali sangat menghargai waktu, datang ke restoran kurang dari waktu yang ditentukan agar tamu merasa nyaman. Tidak menyia-nyakan waktu, ketika rekan bisnisnya belum kunjung datang, mereka lumayan cemas karena ada hal yang harus dikerjakan lagi
2. High/low content
Untuk pengulangan kata sendiri mereka sudah cukup menyampaikan informasi dengan jelas, jadi tidak perlu lagi ada kata yang diulangi. Juga untuk para rekan bisnisnya sudah mengerti apa yang diberikan oleh kelompok ini.
3. Individualism/collectivism
Tidak mementingkan ego masing-masing, tetapi tujuan dari kelompok sangat terlihat disini. Untuk pengetahuan sendiri, mereka lebih memfokuskan pada kelompok mereka. Seperti saat menyiapkan hidangan, mereka tanpa mencari tahu makanan apa yang di baiknya dimakan oleh rekan bisnisnya. Disini lebih memperlihatkan kurangnya komunikasi yang baik, karena ketidaktahuan mereka jamuan yang seharusnya dinikmati malah berakhir dengan ketidaknyamanan
4. Religion & food
Tidak memperhatikan jenis makanan apapun, karena orang Jerman memang sudah biasa memakan makanan yang bermacam-macam. Agama kristen adalah agama yang paling dominan di Jerman, sehingga tidak terlalu mengekang makanan mana yang tidak boleh dimakan.
5. Language & smalltalk
Saat pertemuan pertama menunggu tamu di restoran, mereka berbicara dengan hati-hati dan berusaha membujuk satu sama lain untuk menunggu si tamu lebih lama lagi. Bahasa yang digunakan yang saya dengar dalam percakapan adalah formal, mereka juga tidak pintar dan tidak menggunakan basa-basi jadi langsung ke inti saja, tetapi sayangnya jadi kurang pendekatan dengan orang luar.
6. Habits and behaviors
Mengucapkan salam dan senyum walaupun tidak bertatap muka hanya lewat telepon dan memperkenalkan diri secara baik, contohnya saat ingin mengundang Mr. Achmer Yilmaz dan Ms. Sakuntala Majumdar untuk bisa ke Jerman agar menandatangani kontrak. Pakaiannya formal sesuai dengan agenda yaitu rapat, memakai jas warna hitam, sepatu dan pakaian yang sopan dan tentunya rapih. Pelayannya menjalani tugasnya dengan baik, tidak lelah berhenti menawarkan pesanan kepada pelanggan. Tidak terlihat lelah di wajahnya, menjalani pekerjaannya dengan sungguh-sungguh. Saat bertemu dan berpisah, mereka lebih dulu dan peka mengucapkan salam kepada orang lain. Karena tidak enak pelayan terus menawarkan pesanan, mereka pun menunggu di luar dengan tetap berdiri, seakan untuk menyambut tamunya.
Kurang peka terhadap apa yang diinginkan tamunya, seperti saat rekan bisnisnya memberi oleh-oleh dari negaranya. Harusnya yang mengundang setidaknya memberikan suatu hadiah pertemuan pertama walaupun kecil dan tidak mahal sebagai bentuk perjalinan awal yang baik. Saat menjelaskan kepada rekan bisnisnya, mereka berusaha sangat detail dan menekankan poin utama untuk ketepatwaktuan ditunjukkan dari diri mereka sendiri. Harusnya mereka mencari informasi terlebih dahulu terkait tamu yang diundang misalnya kebiasaan, agama, makanan atau hal lainnya, jadi bisa mempersiapkan semuanya dengan baik. Terlihat sangat jelas kalau mereka sudah terbiasa menggunakan peralatan makan seperti pisau dan sendok, sehingga tidak membuat mereka risau
India
1. Time management
Tidak tepat waktu saat ada agenda yang sudah dijadwalkan, mungkin karena tidak terbiasa disiplin. Kurang menghargai waktu, terlihat santai sekali padahal ada agenda yang penting, terlihat saat turun dari mobil untuk pertemuan pertamanya.
2. High/low content
Berbeda dengan orang Jerman, Ms. Sakuntala Majumdar ini lebih banyak mengulangi perkataan yang sama mungkin karena dia belum paham apa yang dibicarakan. Padahal sudah jelas sekali informasi apa yang disampaikan oleh rekan bisnisnya.
3. Individualism/collectivism
Terlihat sekali Ms. Sakuntala Majumdar ini merupakan orang yang memikirkan diri sendiri, contohnya saat ada jadwal agenda rapat. Ia terlambat bukan sebentar tetapi dengan waktu yang cukup lama, dan ms India tidak merasa bersalah.
4. Religion & food
Di jamuan yang terakhir, Ms. Sakuntala Majumdar membuang makanan ke piringnya lagi padahal sudah diambil olehnya, hal itu dilakukan karena makanan tersebut merupakan olahan dari daging sapi. Orang India mayoritas agamanya adalah hindu, mereka mempunyai keyakinan bahwa sapi adalah tuhan mereka.
5. Language & smalltalk
Untuk bahasa sendiri masih terlihat sekali logat budayanya yaitu India, sehingga kurang jelas untuk didengar bagi orang awam seperti saya. Untuk basa-basi yang dilakukan oleh Ms. Sakuntala Majumdar ini tidak ada, sehingga kurang ada rasa nyaman antara ia dengan pihak lainnya.
6. Habits and behaviors
Pakaian untuk pertemuan pertama sudah formal, cocok untuk rapat. Namun, saat pertemuan ketiga tidak memakai jas sehingga kurang nyaman dipandang, terlihat menyepelekan agenda rapat. Kurang peka mengucapkan salam kepada rekannya, terbiasa diberi arahan dulu baru mengikuti. Kurang ada rasa hormat, Tidak merasa bersalah karena rekan kerjanya menunggu lama terlihat dari raut wajahnya yang biasa saja. Bukannya menyesal tapi bertingkah seakan tidak terjadi apa-apa. Kurang sopan saat berjabat tangan dengan rekan kerjanya, harusnya saat berjabat tangan tidak harus berlama-lama entah apa yang dipikirkannya , yang ada di pikiran saya Ms. Sakuntala Majumdar jatuh hati pada pandangan pertama untuk Mr. Li. Ingin mendapatkan sesuatu imbalan dari yang ia kasih, terlihat saat membawakan sesuatu yang spesial yaitu sebuah candi kecil untuk rekan bisnisnya. Melirik secara bersamaan dengan Mr. Achmer Yilmaz yang memberi sebuah minuman. Saat jamuan terlihat Ms. Sakuntala Majumdar kurang menghormati hidangan yang disediakan. Posisi tangan ketika sedang melakukan jamuan atau acara formal lainnya seperti rapat, itu harusnya posisi tangannya lebih baik tidak diatas meja. Kalaupun diatas meja, itu tidak boleh seperti menopang dagu seperti yang dilakukan karena terlihat menjadi kurang sopan. Ms. Sakuntala Majumdar tidak mengerti bagaimana cara menggunakan pisau dan sendok bersamaan saat makan, mungkin ini terjadi karena ketidak pengetahuan dan pengalaman. Saya juga sering menonton film India, kebanyakan dari mereka saat makan itu langsung menggunakan tangan tanpa memakai bantuan alat, mungkin menjadikan itu suatu kebiasaan yang sulit diubah. Tampak sekali ketidaknyamanan mr India memakai pisau dan sendok, ia melirik-lirik orang disekitarnya untuk bisa menggunakannya. Ms. Sakuntala Majumdar ini kurang sopan karena terlalu sering memegang rambutnya, harusnya ia membuat kenyamanan untuk diri sendiri terlebih dahulu seperti bisa diikat rambutnya. Berbeda dengan yang lain. Ia lebih mengikuti Mr. Achmer Yilmaz seakan ia tidak tahu apa-apa. Ketidaksopanan Ms. Sakuntala Majumdar pun muncul kembali saat ia mencium-cium makanan yang diambil dan diletakkan kembali dan terlihat oleh rekan bisnisnya
Turki
1. Time management
Tidak tepat waktu saat ada agenda yang sudah dijadwalkan, mungkin karena tidak terbiasa disiplin. Kurang menghargai waktu, terlihat santai sekali padahal ada agenda yang penting. Terlihat saat turun dari mobil untuk pertemuan pertamanya
2. High/low content
Untuk pengulangan kata sendiri mr turke termasuk dalam yang rendah, ia mudah menanggapi sesuatu dengan baik. Ia hanya mempertegas pernyataan sekali lalu memahaminya.
3. Individualism/collectivism
Terlihat sekali Mr. Achmer Yilmaz ini merupakan orang yang memikirkan diri sendiri, contohnya saat ada jadwal agenda rapat. Ia terlambat bukan sebentar tetapi dengan waktu yang cukup lama, dan ia tidak merasa bersalah.
4. Religion & food
Saat jamuan, Mr. Achmer Yilmaz terkejut mendengar bahwa hidangan yang disajikan adalah daging babi. Ini sangat berpengaruh sekali, karena beberapa agama seperti islam mengharamkan umatnya untuk mengonsumsi daging babi.
5. Language & smalltalk
Untuk bahasa sendiri Mr. Achmer Yilmaz sudah jelas dalam menyampaikan jawabannya kepada rekan bisnisnya dan saya bisa memahami apa yang dibicarakannya. Untuk basa-basi sendiri, ia lebih memainkannya, mungkin karena ingin merasa akrab antar satu sama lain.
6. Habits and behaviors
Pakaiannya masih bisa dibilang normal tetapi kurang sopan, karena bagian atas kemeja mr turkey terbuka, sehingga membuat kesan kurang formal. Lebih baik lagi jika diberi dasi sebagai aksesoris agar terlihat nyaman dipandang. Kurang peka mengucapkan salam terlebih dahulu, baru memulai jika ada yang menyapanya. Mungkin karena merasa akrab, Mr. Achmer Yilmaz cukup lama juga berjabat tangan dengan mr Jerman apalagi sambil menggoyang-goyangkan tangannya dengan cukup bersemangat. Tapi saya rasa itu tidak bagus, karena dari raut wajah Mr. Li tidak nyaman dilihat. Kurang mempunyai rasa hormat kepada orang lain, tidak merasa bersalah karena rekan kerjanya menunggu lama terlihat dari raut wajahnya yang biasa saja. Bukannya menyesal tapi bertingkah seakan tidak terjadi apa-apa. Mengharapkan imbalan, terlihat saat Mr. Achmer Yilmaz membawakan minuman sebagai oleh-oleh dari Turki dan melirik Ms. Sakuntala Majumdar dan saya pikir yang ada dipikirannya adalah “Mana hadiah untuk saya”. Menurut saya, jika kita memberi sesuatu kepada orang lain harusnya kita ikhlas memberinya, jangan mengharapkan imbalan atau berpikiran sesuatu yang kita lakukan akan diingat dan kita dapat diperlakukan secara istimewa. Saat jamuan terlihat sekali Mr. Achmer Yilmaz kurang menghormati hidangan yang disediakan, seperti saat diberikan jamuan berupa daging babi. Saat diberi jamuan, seharusnya ia tidak boleh sangat terlihat tidak menghormati jamuan apalagi yang dilakukannya sampai tersedak di depan banyak orang, itu hal yang kurang pantas. Sama seperti rekan bisnisnya dari Jerman, Mr. Achmer Yilmaz sangat nyaman menggunakan pisau dan sendok seperti sudah terbiasa. Di pertemuan yang terakhir, ia mempersilahkan Mr. Achmer Yilmaz untuk duduk terlebih dahulu itu merupakan kebiasaan yang baik. Karena ada hal yang terjadi, membuat ia kurang puas terhadap kontrak yang ada, terlihat ia sering memukul meja dan berdiri untuk membentak rekan bisnisnya, seperti ada hal yang tidak disetujui dari raut wajahnya.
Tentunya jika bekerjasama dengan orang luar yang berbeda kebudayaan dengan kita akan susah untuk menjalin kerjasama, apalagi jika tidak adanya pengetahuan dan mengikuti ego masing-masing. Namun jika saya harus memilih budaya mana yang lebih saya sukai untuk menjadikan rekan bisnis saya adalah budaya Jerman, karena yang terpenting bagi saya adalah kedisiplinan dan ketepatwaktuan. Jika itu sudah dimiliki akan mudah untuk menjalani bisnis sampai ke tahap yang lebih tinggi lagi. Kalau saya memilih rekan yang dilatarbelakangi dengan budaya India yang memiliki watak seperti Ms. Sakuntala Majumdar, itu akan berdampak buruk dengan bisnis saya karena kurangnya pengetahuan yang ia miliki dan juga tidak disiplin. Kalau saya memilih orang yang dilatarbelakangi dengan budaya Turki seperti Mr. Achmer Yilmaz, itu akan sulit karena dia memiliki sifat yang egonya tinggi, mudah marah dan tidak bisa menyelesaikan masalah secara baik-baik.
Comments
Post a Comment