WIRAUSAHA MILENIAL KEREN - KAK RAIHAN

Jadi, sinopsis yang dapat saya simpulkan dari video “Wirausaha Milenial Keren” dalam youtube Bapak “Dedi Purwana Channel” adalah mengenai pengalaman seorang mahasiswa yang berbisnis sambil kuliah dan tips menjalani bisnisnya. Sebelum masuk dalam cerita pengalaman berbisnis sambil kuliah, disini kak Raihan menjelaskan dulu siapa dirinya dan bagaimana kak Raihan mau terjun dalam dunia bisnis.

Narasumber ini bernama kak Raihan yang merupakan mahasiswa akhir semester 7 di Universitas Indonesia dengan jurusan Ilmu Administrasi Niaga angkatan 2017 dan saat ini sedang menjalani skripsi. Kesibukannya setiap hari yang pertama adalah kuliah lalu kak Raihan juga menjalankan bisnis jenis makanan dengan temannya, mereka berdua membangun bisnis makanan yang namanya Mentaishi yaitu makanan Jepang yang sebenarnya bahasa simpelnya kalau menjelaskan kepada orang yang mengerti dan ingin menjelaskannya dengan cepat namanya adalah Sushi dalam porsi besar. Jadi untuk Mentaishi ini mempunyai 3 cabang, cabang pertamanya terletak di Pondok Bambu Jakarta Timur, cabang ini ada di Modlo Coffee, Mentaishi ini didirikan sudah kira-kira setahun dari Juli 2019 hingga sekarang saya membuat sinopsis video ini pada oktober 2020. Cabang yang kedua ada di Rawamangun Jakarta Timur dengan nama JOM Kopi, dan yang ketiga ada di tengah kota Thamrin tepatnya di Tameng 10, 2 cabang yang terakhir dibangun pada tahun ini yaitu tahun 2020.

Awal cerita mendirikan bisnis makanan yang bernama Mentaishi ini, jadi pada tahun 2019 saat bulan kuliah di semester genap kak Raihan di kontak oleh temannya, temannya bilang “Han lu mau nggak kalau kita berbisnis” kak Raihan pun bertanya “bisnis apa”, setelah berbincang lama dengan temannya akhirnya Kak Raihan bilang “ya sudah kita ketemu dulu” dan kak Raihan ini sebenarnya kurang tertarik mengenai bisnis food and drink atau bisnis makanan dan minuman, karena jika tidak bisa berinovasi mereka akan tetap dengan menu andalan tapi Kak Raihan bertanya kepada orang tua dan meminta pendapat juga kepada teman-temannya, lalu setelah mendapat arahan Kak Raihan pun memutuskan untuk memberanikan dahulu untuk memulai bisnis makanan dan minuman dengan temannya. Walaupun gagal kak Raihan berpendapat itu akan menjadi suatu pelajaran dan ternyata alhamdulillah sampai saat ini walaupun ada naik turun bisnis mereka tetap ada sampai sekarang.

Jadi 2 bulan pertama Mentaishi berdiri partner Kak Raihan itu harus mengikuti Study Exchange ke Turki jadi selama 2 bulan itu kak Raihan sendiri yang menghandle bisnis atas pengertian satu sama lain, yang di mana temannya memiliki kewajiban kuliah dan kak Raihan juga kuliah tapi di Depok, kak Raihan ini kondisinya pulang pergi dari Depok ke Pondok Bambu Jakarta Timur dengan transportasi kereta, setelah 2 bulan partner kak Raihan pulang ke Jakarta dan Mentaishi mengalami peningkatan karena tenaga bertambah dan juga banyak masukan karena tidak cuma sendiri. Di awal berdirinya Mentaishi kira-kira di bulan 4 sampai bulan 6 Itu merupakan masa dimana Mentaishi ini membuat orang-orang merasa penasaran dan kepo tentang apa itu Mentaishi dan yang membuka bisnis Mentaishi di Jakarta Timur ini masih bisa dihitung jari, saat itu Mentaishi sedang mengalami pemesanan yang sedang tinggi-tingginya. Namun, memasuki bulan ketujuh pada akhir-akhir 2019 Isu COVID-19 pun muncul dan semenjak itu Mentaishi mengalami penurunan pemesanan dan di bulan April 2020 bisnis ini terpaksa ditutup selama 1 bulan karena waktu itu salenya sangat kacau. Setelah itu mereka mencoba memberanikan diri untuk membuka bisnisnya lagi sampai sekarang, walaupun tidak seperti masa kejayaan dulu tapi masih dapat membuka dua cabang lagi di tahun 2020 ini.

Masuk ke inti topik pembicaraan yaitu bagaimana tips dari kak Raihan untuk bisa kuliah sambil berbisnis. Mereka mendirikan Mentaishi pada saat kak Raihan di semester 5, pada semester itu di jurusannya merupakan semester yang paling sibuk karena mata kuliahnya banyak dan kak Raihan mengambil 24 SKS Kira-kira 6/7 mata kuliah. Kesulitan yang dialaminya sebenarnya adalah membagi waktu terutama tugas karena mau tidak mau setiap pagi harus berangkat ke kampus, saat kuliah kak Raihan selalu mendapat kelas pagi paling lama pulang kuliah itu 16.30 tapi biasanya jam 14.00 sudah pulang, setelah selesai kuliah dia mengusahakan langsung pulang kalau tidak ada kegiatan dan melihat Mentaishi untuk mengontrol bagaimana penjualan hari ini ada kesulitan atau apa, pada saat itu kak Raihan juga menjadi pengurus Himpunan Jurusan dan menjadi ketua Departemen PDSM.

Jadi intinya kalau misalkan kita mau menjalankan suatu bisnis entah itu makanan minuman atau apapun yang sedang ada di pikiran kita ketika kuliah yang pertama adalah Time Management, karena harus pintar mencari cara membagi waktu antara kuliah dan bisnis. Lalu kita tentukan juga skala prioritasnya mana yang penting untuk dilakukan dan tidak penting untuk dilakukan dan mana juga yang harus dikorbankan Itu sangat penting, jika kita dihadapkan dua kegiatan di waktu yang sama kita harus tahu yang mana perlu ditinggalkan atau ditunda, untuk kak Raihan sendiri sangat memprioritaskan kuliah, karena merupakan pesan dari orang tuanya baru memprioritaskan bisnis. Tips yang kedua yaitu Tenaga, saat melakukan kuliah sambil berbisnis itu pasti mengeluarkan tenaga yang cukup besar tapi kita harus percaya bahwa lelah kita itu akan terbayar, Jadi kita Akan menemukan kesenangan atau kepuasan tersendiri misalnya di hari ini kita lelah banget karena bisnis tapi pasti ada satu titik dimana kita puas terhadap lelah kita misal dengan mendapatkan keuntungan yang lumayan dari biasanya.

Pesan dari kak Raihan jangan takut untuk mencoba karena dalam masa percobaan itu seandainya kita gagal kita pasti mendapatkan sesuatu dan manfaatkanlah waktu dengan berbisnis apalagi dimasa sekarang dalam pandemi COVID 19 yang melakukan PJJ atau Pembelajaran Jarak Jauh, karena itu merupakan waktu yang sangat tepat mencoba memulai bisnis.

Comments

Popular posts from this blog

UJIAN TENGAH SEMESTER KEWIRAUSAHAAN

JANGAN nilai dari BUDAYA, Tapi ORANGNYA !