Transformasi Pendidikan Bisnis di Era Revolusi Industri 4.0
ARTIKEL
Jadi, analisis yang dapat saya ambil setelah membaca artikel berjudul “Transformasi Pendidikan Bisnis di Era Revolusi Industri 4.0” yang diberikan oleh Bapak Dedi Purwana yang bertujuan Memaparkan dampak revolusi industri 4.0 terhadap perkembangan pendidikan bisnis, menganalisis strategi dan kebijakan transformasi pendidikan bisnis merespons tuntutan para pengampu kepentingan di era disrupsi.
Menurut saya, tema yang diambil sangat bermanfaat bagi semua kalangan khususnya saya sebagai generasi muda penerus bangsa, banyak manfaat dan ilmu yang dapat saya ambil dari artikel ini. Diantaranya saya jadi bisa tahu betapa pentingnya teknologi di masa sekarang yaitu di Era Revolusi Industri 4.0, yang kalau saya lihat di kehidupan nyata ini sangat berkaitan sekali dengan teknologi, salah satunya dalam bidang bisnis yang dijelaskan dalam artikel. Saya mendapat kesimpulan, seiring zaman berkembang kita juga harus mengembangkan apa yang kita punya sebelumnya, misalnya yang tadi kita hanya belajar pendidikan bisnis melalui tatap muka sekarang kita sudah melakukannya secara daring walaupun itu tuntutan dari pemerintah karena adanya COVID-19.
Untuk daftar pustaka/ referensi yang diberikan sangat bagus dan berkualitas karena didalamnya sudah cukup jelas dan cukup mudah untuk dimengerti, walaupun untuk memahami artikel tersebut, saya harus membaca lebih dari 1 kali. Saya yakin Prof Dedi benar-benar menganalisis mana yang harus dijadikan referensi dalam artikelnya, sehingga mudah dipahami oleh para pembaca khususnya mahasiswa.
Ada beberapa kesimpulan atau garis besar yang dapat saya ambil dari artikel ini dan coba saya pelajari yaitu :
Revolusi industri 4.0 telah mengubah tatanan kehidupan masyarakat terutama di sektor bisnis. Potret kondisi perkembangan teknologi digital di tanah air mengilustrasikan kesiapan Indonesia memasuki era baru ekonomi digital. terdapat 3 (tiga) komponen utama dari ekonomi digital :
Infrastruktur bisnis digital (e-business infrastructure) : hardware, software, human capital, dsb,
Bisnis digital (e-business) : proses dan organisasi bisnis via digital, dan
Perdagangan digital (e-commerce) : jual-beli via digital.
Fokus utama ekonomi digital mencakup:
Productivity, employment, and inequality; e) Technology dan innovation;
New digital business models; f) Impact of automation on the economy and society;
Big data; g) The economics of information.
Education in the digital economy;
Dalam merespon revolusi indutri 4.0, pemerintah menelurkan inisiatif strategi Making Indonesia 4.0 yang fokus pada 10 sektor;
Perbaikan alur material, 6) Menarik investasi asing,
Mendesain ulang zona industri, 7) Peningkatan kualitas Sumberdaya Manusia,
Akomodasi standar sustainability, 8) Pembentukan ekosistem inovasi,
Pemberdayaan UMKM, 9) Menerapkan insentif investasi teknologi,
Membangun infrastruktur digital nasional, 10) Harmonisasi aturan dan kebijakan.
Beberapa strategi dan kebijakan yang perlu diperhatikan penyelenggara pendidikan bisnis agar mampu beradaptasi di era revolusi industri 4.0 mencakup;
Penyelenggara pendidikan bisnis harus menetapkan strategi pengembangan program studi dengan jelas
Merestrukturasi kurikulum pendidikan bisnis.
Terkait pengembangan dan pengayaan isi pembelajaran.
Peningkatan kemitraan antar pendidikan bisnis dengan dunia industry
Peningkatan kualitas kemampuan berpikir kritis dan kompleks bagi para mahasiswa pendidikan bisnis.
Perubahan metode pembelajaran.
Membangun atmosfir akademik berorientasi kewirausahaan melalui penciptaan entrepreneurial university sebagai bagian dari hidden curriculum.
Dengan memperhatikan beberapa aspek yang diadaptasi dari Clark (2004), kampus harus membangun;
Kepemimpinan yang kuat (steering core) pada semua aras organisasi,
Pengembangan jejaring kerjasama (expanded developmental pheripery) dengan beragam pengampu kepentingan,
Melakukan diversifikasi sumber pendanaan universitas (diversified funding base),
Penguatan bisnis inti berbasis akademik (stimulated academic heartland), dan
Internalisasi budaya kewirausahaan (integrated entrepreneurial culture).
Jadi, analisis yang dapat saya ambil setelah membaca artikel berjudul “Transformasi Pendidikan Bisnis di Era Revolusi Industri 4.0” yang diberikan oleh Bapak Dedi Purwana yang bertujuan Memaparkan dampak revolusi industri 4.0 terhadap perkembangan pendidikan bisnis, menganalisis strategi dan kebijakan transformasi pendidikan bisnis merespons tuntutan para pengampu kepentingan di era disrupsi.
Menurut saya, tema yang diambil sangat bermanfaat bagi semua kalangan khususnya saya sebagai generasi muda penerus bangsa, banyak manfaat dan ilmu yang dapat saya ambil dari artikel ini. Diantaranya saya jadi bisa tahu betapa pentingnya teknologi di masa sekarang yaitu di Era Revolusi Industri 4.0, yang kalau saya lihat di kehidupan nyata ini sangat berkaitan sekali dengan teknologi, salah satunya dalam bidang bisnis yang dijelaskan dalam artikel. Saya mendapat kesimpulan, seiring zaman berkembang kita juga harus mengembangkan apa yang kita punya sebelumnya, misalnya yang tadi kita hanya belajar pendidikan bisnis melalui tatap muka sekarang kita sudah melakukannya secara daring walaupun itu tuntutan dari pemerintah karena adanya COVID-19.
Untuk daftar pustaka/ referensi yang diberikan sangat bagus dan berkualitas karena didalamnya sudah cukup jelas dan cukup mudah untuk dimengerti, walaupun untuk memahami artikel tersebut, saya harus membaca lebih dari 1 kali. Saya yakin Prof Dedi benar-benar menganalisis mana yang harus dijadikan referensi dalam artikelnya, sehingga mudah dipahami oleh para pembaca khususnya mahasiswa.
Ada beberapa kesimpulan atau garis besar yang dapat saya ambil dari artikel ini dan coba saya pelajari yaitu :
Revolusi industri 4.0 telah mengubah tatanan kehidupan masyarakat terutama di sektor bisnis. Potret kondisi perkembangan teknologi digital di tanah air mengilustrasikan kesiapan Indonesia memasuki era baru ekonomi digital. terdapat 3 (tiga) komponen utama dari ekonomi digital :
Infrastruktur bisnis digital (e-business infrastructure) : hardware, software, human capital, dsb,
Bisnis digital (e-business) : proses dan organisasi bisnis via digital, dan
Perdagangan digital (e-commerce) : jual-beli via digital.
Fokus utama ekonomi digital mencakup:
Productivity, employment, and inequality; e) Technology dan innovation;
New digital business models; f) Impact of automation on the economy and society;
Big data; g) The economics of information.
Education in the digital economy;
Dalam merespon revolusi indutri 4.0, pemerintah menelurkan inisiatif strategi Making Indonesia 4.0 yang fokus pada 10 sektor;
Perbaikan alur material, 6) Menarik investasi asing,
Mendesain ulang zona industri, 7) Peningkatan kualitas Sumberdaya Manusia,
Akomodasi standar sustainability, 8) Pembentukan ekosistem inovasi,
Pemberdayaan UMKM, 9) Menerapkan insentif investasi teknologi,
Membangun infrastruktur digital nasional, 10) Harmonisasi aturan dan kebijakan.
Beberapa strategi dan kebijakan yang perlu diperhatikan penyelenggara pendidikan bisnis agar mampu beradaptasi di era revolusi industri 4.0 mencakup;
Penyelenggara pendidikan bisnis harus menetapkan strategi pengembangan program studi dengan jelas
Merestrukturasi kurikulum pendidikan bisnis.
Terkait pengembangan dan pengayaan isi pembelajaran.
Peningkatan kemitraan antar pendidikan bisnis dengan dunia industry
Peningkatan kualitas kemampuan berpikir kritis dan kompleks bagi para mahasiswa pendidikan bisnis.
Perubahan metode pembelajaran.
Membangun atmosfir akademik berorientasi kewirausahaan melalui penciptaan entrepreneurial university sebagai bagian dari hidden curriculum.
Dengan memperhatikan beberapa aspek yang diadaptasi dari Clark (2004), kampus harus membangun;
Kepemimpinan yang kuat (steering core) pada semua aras organisasi,
Pengembangan jejaring kerjasama (expanded developmental pheripery) dengan beragam pengampu kepentingan,
Melakukan diversifikasi sumber pendanaan universitas (diversified funding base),
Penguatan bisnis inti berbasis akademik (stimulated academic heartland), dan
Internalisasi budaya kewirausahaan (integrated entrepreneurial culture).
Comments
Post a Comment