Tips dan Trik Kuliah S2 Gratis di Taiwan
Jadi, analisis yang dapat saya ambil setelah menonton video berjudul “Tips & Trik Kuliah S2 Gratis di Taiwan” dalam youtube Bapak “Dedi Purwana Channel” adalah mengenai pengalaman seorang mahasiswa yang bernama kak Adnan alumni UNJ Prodi Pendidikan Ekonomi & Administrasi, yang akan bercerita bagaimana akhirnya bisa kuliah di Taiwan, menjelaskan teknis untuk mendapatkan beasiswa dari dokumen dan sebagainya, disini kak Ando juga memberi pesan kepada penonton yang melihat video ini.
Sebelumnya saya ingin menyampaikan ketidaknyamanan karena saat saya menonton video ini ada gangguan yang berasal dari video tersebut seperti suara angin, petir, juga suara yang terlalu kecil saat narasumber menjelaskan, tetapi itu terbayar semua oleh cerita kak Adnan yang memotivasi saya untuk tetap semangat mencari beasiswa dan melihat fasilitas yang ditampilkan dalam video walaupun hanya berupa foto. Disini saya merangkum pengalaman dari kak Adnan selama menjalani kuliah di Taiwan.
Berbicara mengenai bagaimana cara mendapatkan beasiswa di Taiwan, jadi beasiswa di Taiwan secara umum ada 2 kategori, yaitu beasiswa yang diberikan oleh pemerintah dan beasiwa yang diberikan oleh kampus. Jadi beasiswa dari pemerintah ini dikenal dengan banyak nama, yaitu dibagi menjadi dua, Skill Education ini diperuntukkan untuk orang-orang yang mau mengambil studi lanjutan Magister dan Doctor, pada hal-hal yang general seperti Bisnis, Art, atau sebagainya. Tapi kalau mau mengambol Sains, Engineering itu biasanya akan diarahkan ke Industri of Sains and Technology, tapi tetap dibawah benderanya Taiwan Scholarship yaitu dibawah pemerintah Taiwan.
Untuk dokumen yang dibutuhkan semuanya sama, kita akan diberi form, lalu dokumen yang dibutuhkan IELTS atau TOEFL. Jadi IELTS agar aman cukup angka di 6 atau 6,5 itu sudah aman untuk kualifikasi. Lalu berikutnya harus menulis Plan, tujuannya banyak yang pertama agar meyakinkan pemberi beasiswa yang isinya hal atau kegiatan apa saja yang dilakukan untuk kedepan. Dalam tulisan ini juga memuat tujuan mengapa ingin kuliah di Taiwan. Jangan jawab hal-hal yang klasik tetapi kita harus mempelajari terlebih dahulu Taiwan ini bagusnya dimana, contohnya di Taiwan ini bagus di industri, elektro dan juga bisnis. Jadi kita bisa menjelaskan hal itu, jangan hal yang klasik seperti menimba ilmu itu membuat mereka tidak tertarik, jadi setelah menjelaskan hal tersebut kita diminta untuk menjelaskan Plan yang isinya apa sih yang mau kita kerjakan selama dua tahun dan empat tahun. Dua tahun untuk master dan empat tahun untuk doctor.
Satu lagi kelebihan beasiswa kalau kita mau cepat, jadi setelah Master langsung ke Doctor itu bisa langsung mengambil beasiwa lima tahun. Maraton lima tahun, jadi setelah lulus langsung menjadi Doctor. Plan ini biasanya kuncinya kita bisa lihat dulu program studi apa yang mau kita masuk atau ikuti di Taiwan. Jadi setelah kita megetahuinya kita bisa liat di website nya Faculty Member, dijelaskan professor-professor jadi kita bisa melihat biodatanya dulu, baru itu akan memudahkan untuk menjelaskannya. Ini juga dibutuhkan untuk mendapatkan LOA tentunya tentang bagaimana Plan, setelah kita menyelesaikan Plan nanti ada dokumen-dokumen administrasi lainnya seperti Legalisir Ijazah, Ijazah ini harus sudah diterjemahkan dalam bahasa Inggris, setelah translate ada cek kesehatan dan sebelum masuk ke Taiwan harus Vaksin.
Setelah semua dokumen dibahasa Inggriskan, dibawa ke Kemenhumkam untuk dilegalisir, proses tersebut dilakukan saat zaman ka Adnan. Tapi untuk sekarang sudah berubah jadi langsung bisa legalisir TETO. Itu dokumen untuk administrasi standar yang harus disiapkan seperti formnya harus diisi, plan, dokumen administrasi standar seperti Ijazah, IELTS, cek kesehatan dan sebagainya. Jadi setelah itu semua dilengkapi, kita akan diminta LOA, kalau kita sudah diterima. Jadi LOA ini biasanya buat ketika kita sedang proses apply di beasiswa Taiwan ini, jadi kita bisa apply kampus berbarengan dengan Taiwan Scholarship. Jadi ketika kita diterima harus sudah punya LOA, kalau tidak beasiswanya hangus.
Kak Adnan melihat beberapa temannya itu tidak ada LOA akhirnya harus hangus ataupun dia harus cari kampus lain yang bukan dia mau. Kita juga harus mempunyai surat rekomendasi biasanya berasal dari atasan tempat kerja sebelumnya tapi lebih baik minta surat rekomendasi ini dari dosen pembimbing kita. Biasanya diminta tiga sampai lima, kalau bisa satu dari bos, dua nya lagi dari dosen pembimbing, supaya pemberi beasiswa tertarik apa yang mau kita lakukan kedepannya. Jadi untuk mendapatkan beasiswa kampus ini biasanya berbarengan dengan teman-teman untuk mendapatkan LOA, jadi kita bisa daftar nanti ditanya apakah kita ingin mendaftar beasiswa juga dikampus ini dan jawab ya.
Jadi kita juga bisa daftar beasiswa kampus kalau tidak diterima beasiswa LOA. Untuk syarat mendapatkan beasiswa kampus ini sama yaitu akan diminta mengisi form, IELTS dan sebagainya. Jadi secara umum beasiswa di Taiwan dibagi menjadi 2 yaitu beasiswa yang diberikan oleh pemerintah maupun yang diberikan oleh kampus, sebenarnya sama-sama dari pemerintah, perbedaan dari beasiswa ini adalah biaya yang diberikan, tetapi kuliahnya sama-sama gratis, hanya biaya yang diberikan oleh LOA lebih besar daripada beasiswa kampus.
Untuk Master dan Doctoral tidak dibutuhkan bahasa Cina karena kebanyakan berbicara dengan bahasa Inggris, walaupun tidak bisa berbicara bahasa Inggris, professor juga akan memakluminya. Itu tidak dipermasalahkan yang terpenting bagaimana kita di laboratorium dan ketika presentasi buat riset-riset kita. Di Taiwan ini hampir semua kampus rata-rata menawarkan dua semester atau satu tahun untuk bisa belajar bahasa Cina secara gratis dan ini ada setifikasinya juga. Sebenarnya kita juga harus mempelajari bahasa Cina karena kesulitannya juga saat sedang keluar atau jajan, nongkrong, karena di Taiwan tidak semua bisa berbahasa Inggris.
Kak Adnan juga meminta untuk mendukung channelnya Prof. Dedi Purwana agar kedepannya channel ini bisa memberikan manfaat bagi semuanya tidak hanya sekitar lingkungan FE UNJ saja.
Sebelumnya saya ingin menyampaikan ketidaknyamanan karena saat saya menonton video ini ada gangguan yang berasal dari video tersebut seperti suara angin, petir, juga suara yang terlalu kecil saat narasumber menjelaskan, tetapi itu terbayar semua oleh cerita kak Adnan yang memotivasi saya untuk tetap semangat mencari beasiswa dan melihat fasilitas yang ditampilkan dalam video walaupun hanya berupa foto. Disini saya merangkum pengalaman dari kak Adnan selama menjalani kuliah di Taiwan.
Berbicara mengenai bagaimana cara mendapatkan beasiswa di Taiwan, jadi beasiswa di Taiwan secara umum ada 2 kategori, yaitu beasiswa yang diberikan oleh pemerintah dan beasiwa yang diberikan oleh kampus. Jadi beasiswa dari pemerintah ini dikenal dengan banyak nama, yaitu dibagi menjadi dua, Skill Education ini diperuntukkan untuk orang-orang yang mau mengambil studi lanjutan Magister dan Doctor, pada hal-hal yang general seperti Bisnis, Art, atau sebagainya. Tapi kalau mau mengambol Sains, Engineering itu biasanya akan diarahkan ke Industri of Sains and Technology, tapi tetap dibawah benderanya Taiwan Scholarship yaitu dibawah pemerintah Taiwan.
Untuk dokumen yang dibutuhkan semuanya sama, kita akan diberi form, lalu dokumen yang dibutuhkan IELTS atau TOEFL. Jadi IELTS agar aman cukup angka di 6 atau 6,5 itu sudah aman untuk kualifikasi. Lalu berikutnya harus menulis Plan, tujuannya banyak yang pertama agar meyakinkan pemberi beasiswa yang isinya hal atau kegiatan apa saja yang dilakukan untuk kedepan. Dalam tulisan ini juga memuat tujuan mengapa ingin kuliah di Taiwan. Jangan jawab hal-hal yang klasik tetapi kita harus mempelajari terlebih dahulu Taiwan ini bagusnya dimana, contohnya di Taiwan ini bagus di industri, elektro dan juga bisnis. Jadi kita bisa menjelaskan hal itu, jangan hal yang klasik seperti menimba ilmu itu membuat mereka tidak tertarik, jadi setelah menjelaskan hal tersebut kita diminta untuk menjelaskan Plan yang isinya apa sih yang mau kita kerjakan selama dua tahun dan empat tahun. Dua tahun untuk master dan empat tahun untuk doctor.
Satu lagi kelebihan beasiswa kalau kita mau cepat, jadi setelah Master langsung ke Doctor itu bisa langsung mengambil beasiwa lima tahun. Maraton lima tahun, jadi setelah lulus langsung menjadi Doctor. Plan ini biasanya kuncinya kita bisa lihat dulu program studi apa yang mau kita masuk atau ikuti di Taiwan. Jadi setelah kita megetahuinya kita bisa liat di website nya Faculty Member, dijelaskan professor-professor jadi kita bisa melihat biodatanya dulu, baru itu akan memudahkan untuk menjelaskannya. Ini juga dibutuhkan untuk mendapatkan LOA tentunya tentang bagaimana Plan, setelah kita menyelesaikan Plan nanti ada dokumen-dokumen administrasi lainnya seperti Legalisir Ijazah, Ijazah ini harus sudah diterjemahkan dalam bahasa Inggris, setelah translate ada cek kesehatan dan sebelum masuk ke Taiwan harus Vaksin.
Setelah semua dokumen dibahasa Inggriskan, dibawa ke Kemenhumkam untuk dilegalisir, proses tersebut dilakukan saat zaman ka Adnan. Tapi untuk sekarang sudah berubah jadi langsung bisa legalisir TETO. Itu dokumen untuk administrasi standar yang harus disiapkan seperti formnya harus diisi, plan, dokumen administrasi standar seperti Ijazah, IELTS, cek kesehatan dan sebagainya. Jadi setelah itu semua dilengkapi, kita akan diminta LOA, kalau kita sudah diterima. Jadi LOA ini biasanya buat ketika kita sedang proses apply di beasiswa Taiwan ini, jadi kita bisa apply kampus berbarengan dengan Taiwan Scholarship. Jadi ketika kita diterima harus sudah punya LOA, kalau tidak beasiswanya hangus.
Kak Adnan melihat beberapa temannya itu tidak ada LOA akhirnya harus hangus ataupun dia harus cari kampus lain yang bukan dia mau. Kita juga harus mempunyai surat rekomendasi biasanya berasal dari atasan tempat kerja sebelumnya tapi lebih baik minta surat rekomendasi ini dari dosen pembimbing kita. Biasanya diminta tiga sampai lima, kalau bisa satu dari bos, dua nya lagi dari dosen pembimbing, supaya pemberi beasiswa tertarik apa yang mau kita lakukan kedepannya. Jadi untuk mendapatkan beasiswa kampus ini biasanya berbarengan dengan teman-teman untuk mendapatkan LOA, jadi kita bisa daftar nanti ditanya apakah kita ingin mendaftar beasiswa juga dikampus ini dan jawab ya.
Jadi kita juga bisa daftar beasiswa kampus kalau tidak diterima beasiswa LOA. Untuk syarat mendapatkan beasiswa kampus ini sama yaitu akan diminta mengisi form, IELTS dan sebagainya. Jadi secara umum beasiswa di Taiwan dibagi menjadi 2 yaitu beasiswa yang diberikan oleh pemerintah maupun yang diberikan oleh kampus, sebenarnya sama-sama dari pemerintah, perbedaan dari beasiswa ini adalah biaya yang diberikan, tetapi kuliahnya sama-sama gratis, hanya biaya yang diberikan oleh LOA lebih besar daripada beasiswa kampus.
Untuk Master dan Doctoral tidak dibutuhkan bahasa Cina karena kebanyakan berbicara dengan bahasa Inggris, walaupun tidak bisa berbicara bahasa Inggris, professor juga akan memakluminya. Itu tidak dipermasalahkan yang terpenting bagaimana kita di laboratorium dan ketika presentasi buat riset-riset kita. Di Taiwan ini hampir semua kampus rata-rata menawarkan dua semester atau satu tahun untuk bisa belajar bahasa Cina secara gratis dan ini ada setifikasinya juga. Sebenarnya kita juga harus mempelajari bahasa Cina karena kesulitannya juga saat sedang keluar atau jajan, nongkrong, karena di Taiwan tidak semua bisa berbahasa Inggris.
Kak Adnan juga meminta untuk mendukung channelnya Prof. Dedi Purwana agar kedepannya channel ini bisa memberikan manfaat bagi semuanya tidak hanya sekitar lingkungan FE UNJ saja.
Comments
Post a Comment