Virus Datang, Etika Murid Tidak Sehat ?
Tahun bertambah zaman berubah justru di sini, Indonesia ditantang apakah bisa mengikuti perkembangan zaman yang ada, siapakah yang dapat melakukan perubahan terhadap negara khususnya di negara yang kita cintai ini? Tentunya semua orang yang ada di dalam negara ini terutama murid yang masih sekolah baik di kalangan SD, SMP, SMA/SMK sederajat maupun di Perguruan Tinggi.
Murid sangat berperan dalam perubahan sehingga seringkali disebut sebagai agen perubahan, mengapa ? Karena murid diharapkan mampu untuk melakukan perubahan besar terhadap suatu negara yang membuat negara itu menjadi lebih baik dari sebelumnya dengan menerapkan target yang akan dicapai. Semakin tinggi murid tersebut bersekolah maka semakin banyak pula ilmu yang akan didapatkannya, tetapi kita lihat di Indonesia saja, apakah semua orang yang berpendidikan itu sudah pasti mempunyai etika yang baik? Tidak. Menurut saya untuk mencari ilmu yang bisa dikaitkan dengan etika itu tidak harus kita dapatkan dari sekolah tetapi kita bisa mencarinya sendiri misalnya dengan membaca, mencari referensi, melihat orang sekitar dan lainnya.
Tahun 2020 merupakan tahun dimana sudah dimasukinya era Revolusi Industri 4.0, yang membuat kita sebagai manusia (pemeran utama) harus bisa meningkatkan apa yang kita punya sebelumnya. Tentunya tidak mudah begitu saja untuk kita bisa merubah segalanya menjadi hal yang lebih baik atau modern dari sebelumnya, mengingat akan selalu ada tantangan yang tentunya akan menggiring dalam hal mencapai cita-cita atau target. Perlu diketahui tahun 2020 ini juga merupakan tahun yang sangat membuat Indonesia bisa dibilang krisis karena segala bidang menurun, mengapa bisa terjadi? Tentu saja yang sedang hangat-hangatnya adalah pandemi COVID-19 yang mempunyai dampak yang sangat berakibat dalam segala bidang. COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Corona yang baru-baru ini ditemukan.
Menanggapi adanya pandemi COVID-19 ini, pemerintah Indonesia tentu saja terus mengevaluasi bagaimana rakyat bisa tetap produktif walaupun harus memenuhi protokol kesehatan yang ada seperti tidak keluar rumah kalau tidak ada kepentingan, memakai masker jika berpergian, menerapkan sosial distancing, menerapkan physical distancing dan lainnya.
Dalam bidang pendidikan, pemerintah sudah memberitahukan bahwa pendidikan untuk saat ini dilakukan secara PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) atau disebut dengan pembelajaran daring/online sampai situasi di nilai normal kembali, dimana banyak pro kontra terhadap keputusan ini. Tapi apa boleh buat itulah keputusan yang dinilai terbaik dari pemerintah. Namun yang anehnya, tidak semua murid bisa beretika dengan baik saat melakukan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) ini, malah ada banyak berita yang viral mengenai PJJ yang tidak patut dicontoh.
Mengapa saya mengambil tema ini untuk dibahas, karena saya sendiri adalah seorang mahasiswi semester 1, yang seharusnya bisa menduduki bangku kuliah tetapi terhalang oleh virus sehingga harus berkuliah secara daring, sehingga saya tertarik membahas ini karena saya pun sedang merasakannya. Kali ini saya akan membahas apa saja etika yang perlu kita ketahui saat belajar daring.
Etika berperilaku dalam menuntut ilmu secara online:
1. Disiplin waktu, sama seperti pembelajaran tatap muka yang di mana kita harus masuk ke kelas tepat waktu, di saat pembelajaran daring juga saat sudah waktunya kita harus sudah stand by di aplikasi pendukung (Zoom, Google Meet, dan lain-lain). Jangan seenaknya berfikir kita bisa bermalas-malasan seperti bangun terlambat karena tidak masuk sekolah, kita juga harus mengisi link absen tepat waktu dengan memperhatikan batas waktu yang diberikan. Saya pernah melihat di sosial media dimana seorang murid karena menyepelekan waktu, dia malah terlambat untuk mengikuti pembelajaran daring tersebut.
2. Waktu saat mengirim pesan, dalam arti ketika menghubungi guru atau dosen, murid harus bisa memperhatikan waktu di mana saatnya bisa mengirim pesan misal pukul 08.00 itu merupakan waktu yang tepat karena sudah jamnya untuk melakukan pembelajaran, jangan mengirim pesan lewat dari jam yang kiranya guru atau dosen sedang sibuk mungkin mengurus keluarga atau hal lain, misal jam 18.00 karena dalam kehidupan guru juga tidak hanya mengurusi murid saja.
3. Sopan saat mengirim pesan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengirim pesan kepada guru atau dosen yaitu:
Mengucapkan salam, contoh Selamat pagi Bapak Dedi
Perkenalan diri, contoh saya Amalia Putri Alamsyah, mahasiswa Pendidikan Administrasi Perkantoran angkatan 2020
Jelaskan tujuan secara singkat padat jelas, contoh Saya ingin konsultasi mengenai pengerjaan tugas Pengantar Bisnis
Ajukan pertanyaan tapi jangan kita yang atur waktunya ya, contoh Apakah bapak ada waktu di minggu ini
Akhiri dengan terima kasih, contoh Terima kasih sebelumnya Pak4. Memperhatikan guru atau dosen, maksudnya rajin, memahami dan melaksanakan dalam arti:
Setiap guru pasti mempunyai peraturan yang berbeda-beda dan kita harus memahami karakteristik dari guru tersebut. Contohnya dalam pembelajaran daring ini, ketika guru memberi peraturan bahwa saat belajar murid tidak boleh mematikan kameranya atau murid tidak diizinkan bertanya sebelum ditanya, maka kita sebagai murid harus menaati nya
Hormat, seorang murid harus menghormati gurunya saat guru menjelaskan materi yaitu dengan benar-benar memperhatikan, tidak berisik, tidak sibuk dengan hal yang lain yang dapat mengganggu PJJ berlangsung agar guru merasa dihormati
Setelah kita memperhatikan penjelasan dari guru dan tidak mengerti maka sebaiknya kita bertanya karena guru juga akan senang menanggapi pertanyaan yang kita ajukan dari pada saat guru bertanya kita tidak mengerti maka itu akan membuat guru kurang semangat dalam pertemuan belajar selanjutnya. Perlu diperhatikan saat PJJ ini saat ingin bertanya sebaiknya mengucap salam memperkenalkan diri terlebih dahulu
Biasanya setelah diberi materi guru akan memberi tugas dan menentukan kapan tugas itu harus dikumpul. Murid yang beretika pasti tidak akan mengumpulkan tugas lebih dari waktu yang ditentukan, jadi ada baiknya kita mengumpulkannya sebelum batas waktu
5. Sopan, pembelajaran daring ini membuat kita harus mengeluarkan kuota untuk bisa melakukan PJJ, dan memang tidak semua dari kita mempunyai biaya yang cukup untuk membeli kuota. Kita boleh mengeluh tetapi kita harus memperhatikan kepada siapa kita mengeluh. Seperti yang baru saya lihat di sosial media ada video di mana saat guru menjelaskan ada satu murid yang berkata kurang lebih “Pak minta kuota, kuota saya habis” di situ semua murid langsung menghidupkan mic-nya dan sama-sama minta kuota kepada bapak guru. Di sini sangat disayangkan sekali karena kurang adanya kesopanan yang ditunjukkan oleh murid padahal kita tahu guru juga tidak bisa memberi kuota kepada muridnya.
Menurut saya tidak hanya murid yang harus menuntut ilmu tetapi guru atau dosen juga karena dalam memberikan materi mereka harus benar-benar menguasai materi yang akan disampaikan. Sebagai guru atau dosen juga harus bisa mengerti jika ada muridnya yang masih belum paham mengenai materi yang dijelaskan karena maklum saja pembelajaran dilakukan secara online yang membuat murid kesusahan untuk mengerti karena berbeda saat melakukan pembelajaran tatap muka. Saat PJJ kita tidak bisa berinteraksi secara bebas dengan teman-teman maupun guru berbeda dengan pembelajaran tatap muka yang lebih mudah untuk dimengerti.
Terkadang sebagai murid saat pembelajaran berlangsung kita mengerti dengan apa yang dijelaskan, tetapi saat diberi tugas biasanya murid masih akan bingung dan akan bertanya lewat SMS atau aplikasi semacamnya. Di saat pembelajaran daring ini diharapkan guru atau dosen juga bersedia untuk menjelaskan kembali jika ada pertanyaan dari muridnya melalui aplikasi chat.
Masih banyak etika yang harus dipelajari, tetapi dapat diambil kesimpulan walaupun sekarang dalam keadaan pandemi COVID-19 yang membuat segala bidang menurun khususnya di bidang pendidikan tetapi kita harus tetap produktif dan tentunya mentaati protokol kesehatan yang ada saat melakukan Pembelajaran Jarak Jauh demi mewujudkan negara Indonesia menjadi negara yang maju yang tidak ketertinggalan dengan negara lain dan tidak lupa juga harus memperhatikan etika yang baik saat melakukan PJJ atau pembelajaran daring.
Murid sangat berperan dalam perubahan sehingga seringkali disebut sebagai agen perubahan, mengapa ? Karena murid diharapkan mampu untuk melakukan perubahan besar terhadap suatu negara yang membuat negara itu menjadi lebih baik dari sebelumnya dengan menerapkan target yang akan dicapai. Semakin tinggi murid tersebut bersekolah maka semakin banyak pula ilmu yang akan didapatkannya, tetapi kita lihat di Indonesia saja, apakah semua orang yang berpendidikan itu sudah pasti mempunyai etika yang baik? Tidak. Menurut saya untuk mencari ilmu yang bisa dikaitkan dengan etika itu tidak harus kita dapatkan dari sekolah tetapi kita bisa mencarinya sendiri misalnya dengan membaca, mencari referensi, melihat orang sekitar dan lainnya.
Tahun 2020 merupakan tahun dimana sudah dimasukinya era Revolusi Industri 4.0, yang membuat kita sebagai manusia (pemeran utama) harus bisa meningkatkan apa yang kita punya sebelumnya. Tentunya tidak mudah begitu saja untuk kita bisa merubah segalanya menjadi hal yang lebih baik atau modern dari sebelumnya, mengingat akan selalu ada tantangan yang tentunya akan menggiring dalam hal mencapai cita-cita atau target. Perlu diketahui tahun 2020 ini juga merupakan tahun yang sangat membuat Indonesia bisa dibilang krisis karena segala bidang menurun, mengapa bisa terjadi? Tentu saja yang sedang hangat-hangatnya adalah pandemi COVID-19 yang mempunyai dampak yang sangat berakibat dalam segala bidang. COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Corona yang baru-baru ini ditemukan.
Menanggapi adanya pandemi COVID-19 ini, pemerintah Indonesia tentu saja terus mengevaluasi bagaimana rakyat bisa tetap produktif walaupun harus memenuhi protokol kesehatan yang ada seperti tidak keluar rumah kalau tidak ada kepentingan, memakai masker jika berpergian, menerapkan sosial distancing, menerapkan physical distancing dan lainnya.
Dalam bidang pendidikan, pemerintah sudah memberitahukan bahwa pendidikan untuk saat ini dilakukan secara PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) atau disebut dengan pembelajaran daring/online sampai situasi di nilai normal kembali, dimana banyak pro kontra terhadap keputusan ini. Tapi apa boleh buat itulah keputusan yang dinilai terbaik dari pemerintah. Namun yang anehnya, tidak semua murid bisa beretika dengan baik saat melakukan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) ini, malah ada banyak berita yang viral mengenai PJJ yang tidak patut dicontoh.
Mengapa saya mengambil tema ini untuk dibahas, karena saya sendiri adalah seorang mahasiswi semester 1, yang seharusnya bisa menduduki bangku kuliah tetapi terhalang oleh virus sehingga harus berkuliah secara daring, sehingga saya tertarik membahas ini karena saya pun sedang merasakannya. Kali ini saya akan membahas apa saja etika yang perlu kita ketahui saat belajar daring.
Etika berperilaku dalam menuntut ilmu secara online:
1. Disiplin waktu, sama seperti pembelajaran tatap muka yang di mana kita harus masuk ke kelas tepat waktu, di saat pembelajaran daring juga saat sudah waktunya kita harus sudah stand by di aplikasi pendukung (Zoom, Google Meet, dan lain-lain). Jangan seenaknya berfikir kita bisa bermalas-malasan seperti bangun terlambat karena tidak masuk sekolah, kita juga harus mengisi link absen tepat waktu dengan memperhatikan batas waktu yang diberikan. Saya pernah melihat di sosial media dimana seorang murid karena menyepelekan waktu, dia malah terlambat untuk mengikuti pembelajaran daring tersebut.
2. Waktu saat mengirim pesan, dalam arti ketika menghubungi guru atau dosen, murid harus bisa memperhatikan waktu di mana saatnya bisa mengirim pesan misal pukul 08.00 itu merupakan waktu yang tepat karena sudah jamnya untuk melakukan pembelajaran, jangan mengirim pesan lewat dari jam yang kiranya guru atau dosen sedang sibuk mungkin mengurus keluarga atau hal lain, misal jam 18.00 karena dalam kehidupan guru juga tidak hanya mengurusi murid saja.
3. Sopan saat mengirim pesan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengirim pesan kepada guru atau dosen yaitu:
Mengucapkan salam, contoh Selamat pagi Bapak Dedi
Perkenalan diri, contoh saya Amalia Putri Alamsyah, mahasiswa Pendidikan Administrasi Perkantoran angkatan 2020
Jelaskan tujuan secara singkat padat jelas, contoh Saya ingin konsultasi mengenai pengerjaan tugas Pengantar Bisnis
Ajukan pertanyaan tapi jangan kita yang atur waktunya ya, contoh Apakah bapak ada waktu di minggu ini
Akhiri dengan terima kasih, contoh Terima kasih sebelumnya Pak4. Memperhatikan guru atau dosen, maksudnya rajin, memahami dan melaksanakan dalam arti:
Setiap guru pasti mempunyai peraturan yang berbeda-beda dan kita harus memahami karakteristik dari guru tersebut. Contohnya dalam pembelajaran daring ini, ketika guru memberi peraturan bahwa saat belajar murid tidak boleh mematikan kameranya atau murid tidak diizinkan bertanya sebelum ditanya, maka kita sebagai murid harus menaati nya
Hormat, seorang murid harus menghormati gurunya saat guru menjelaskan materi yaitu dengan benar-benar memperhatikan, tidak berisik, tidak sibuk dengan hal yang lain yang dapat mengganggu PJJ berlangsung agar guru merasa dihormati
Setelah kita memperhatikan penjelasan dari guru dan tidak mengerti maka sebaiknya kita bertanya karena guru juga akan senang menanggapi pertanyaan yang kita ajukan dari pada saat guru bertanya kita tidak mengerti maka itu akan membuat guru kurang semangat dalam pertemuan belajar selanjutnya. Perlu diperhatikan saat PJJ ini saat ingin bertanya sebaiknya mengucap salam memperkenalkan diri terlebih dahulu
Biasanya setelah diberi materi guru akan memberi tugas dan menentukan kapan tugas itu harus dikumpul. Murid yang beretika pasti tidak akan mengumpulkan tugas lebih dari waktu yang ditentukan, jadi ada baiknya kita mengumpulkannya sebelum batas waktu
5. Sopan, pembelajaran daring ini membuat kita harus mengeluarkan kuota untuk bisa melakukan PJJ, dan memang tidak semua dari kita mempunyai biaya yang cukup untuk membeli kuota. Kita boleh mengeluh tetapi kita harus memperhatikan kepada siapa kita mengeluh. Seperti yang baru saya lihat di sosial media ada video di mana saat guru menjelaskan ada satu murid yang berkata kurang lebih “Pak minta kuota, kuota saya habis” di situ semua murid langsung menghidupkan mic-nya dan sama-sama minta kuota kepada bapak guru. Di sini sangat disayangkan sekali karena kurang adanya kesopanan yang ditunjukkan oleh murid padahal kita tahu guru juga tidak bisa memberi kuota kepada muridnya.
Menurut saya tidak hanya murid yang harus menuntut ilmu tetapi guru atau dosen juga karena dalam memberikan materi mereka harus benar-benar menguasai materi yang akan disampaikan. Sebagai guru atau dosen juga harus bisa mengerti jika ada muridnya yang masih belum paham mengenai materi yang dijelaskan karena maklum saja pembelajaran dilakukan secara online yang membuat murid kesusahan untuk mengerti karena berbeda saat melakukan pembelajaran tatap muka. Saat PJJ kita tidak bisa berinteraksi secara bebas dengan teman-teman maupun guru berbeda dengan pembelajaran tatap muka yang lebih mudah untuk dimengerti.
Terkadang sebagai murid saat pembelajaran berlangsung kita mengerti dengan apa yang dijelaskan, tetapi saat diberi tugas biasanya murid masih akan bingung dan akan bertanya lewat SMS atau aplikasi semacamnya. Di saat pembelajaran daring ini diharapkan guru atau dosen juga bersedia untuk menjelaskan kembali jika ada pertanyaan dari muridnya melalui aplikasi chat.
Masih banyak etika yang harus dipelajari, tetapi dapat diambil kesimpulan walaupun sekarang dalam keadaan pandemi COVID-19 yang membuat segala bidang menurun khususnya di bidang pendidikan tetapi kita harus tetap produktif dan tentunya mentaati protokol kesehatan yang ada saat melakukan Pembelajaran Jarak Jauh demi mewujudkan negara Indonesia menjadi negara yang maju yang tidak ketertinggalan dengan negara lain dan tidak lupa juga harus memperhatikan etika yang baik saat melakukan PJJ atau pembelajaran daring.
Tetap semangat posting artikel menarik lainnya!
ReplyDeleteGood content
ReplyDeleteNice info amalia
ReplyDeleteArtikelnya sangat Bermanfaat. Terimakasih
ReplyDeleteTerimakasih menambah pengetahuan terkait etika menuntut ilmu secara online👍
ReplyDeleteTerima kasih atas pengetahuannya
ReplyDeleteetika nomor 1..
ReplyDelete